Surakarta (Tutur.co.id) – Presiden RI 7 Joko Widodo menanggapi ‘tradisi’ banyaknya tokoh-tokoh politik yang sowan ke kediamannya di Solo. Menurut Jokowi, tidak ada yang spesial dengan banyaknya tokoh politik tanah air yang doyan datang ke rumahnya.
Hal itu diungkapkan Joko Widodo disela-sela saat ia memberikan keterangan terkait pertemuannya dengan Rismon Sianipar, salah satu tersangka kasus ijazah palsu. Jokowi ditanya apakah fenomena ini menjadi sinyal Solo bakal jadi episentrum politik di Indonesia.
“Tokoh-tokoh, beliau-beliau ini datang hadir ke rumah kan untuk silaturahmi, karena pas ke Solo atau ke Jogja ya belok ke rumah untuk bincang-bincang masalah nasional dan global jadi hal yang biasa,” kata Joko Widodo.
Fenomena tokoh-tokoh politik yang sowan ke kediaman Joko Widodo sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa. Namun yang menjadi menarik tentu saat Jokowi tak lagi menjadi presiden masih banyak yang sowan ke kediamannya. Terutama di masa-masa mendekati tahun politik.
Termasuk dengan sepak terjangnya mengolah PSI menjadi kendaraan politiknya saat setelah lengser dari puncak kekuasaan. Hal ini yang membuat isu Solo akan menjadi basis politik tanah air semakin santer terdengar.

