Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang resistance 7.500, pivot 7.400, dan support di level 7.300.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 0,69 persen ke level 7.389,4 setelah sempat menguat pada sesi pertama namun berbalik melemah hingga penutupan.
Phintraco Sekuritas menilai investor saat ini cenderung berhati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian global serta menjelang libur panjang Lebaran.
“Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS/Israel-Iran serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Selain itu, pelemahan rupiah ke level Rp16.886 per dolar AS juga dipengaruhi tensi geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi domestik.
“Ditambah lagi, kekhawatiran akan data ekonomi domestik termasuk potensi inflasi dan defisit APBN yang berpeluang melebar,” tulis Phintraco.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan kecenderungan melemah sehingga IHSG berpotensi menguji area 7.300–7.350.
Di tengah tekanan pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai berpeluang menguat, yakni PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

