Barcelona (tutur.co.id)– PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) dan AALTO HAPS Limited (AALTO), anak perusahaan Airbus, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melanjutkan pengembangan Stratospace dan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian agenda Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada Senin (2/3).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi konektivitas yang lebih luas dan andal, termasuk melalui pemanfaatan teknologi High Altitude Platform System (HAPS). Dalam kerja sama tersebut, AALTO akan berperan sebagai penyedia layanan konektivitas Stratospace sekaligus operator Stratocraft, sementara Mitratel mendukung melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur menara telekomunikasi.
Sebagai operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Mitratel juga memastikan implementasi kolaborasi ini dijalankan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi seluruh ketentuan regulasi yang berlaku.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi TelkomGroup dalam menyiapkan fondasi infrastruktur generasi berikutnya yang melengkapi jaringan terestrial.
“Teknologi HAPS memiliki potensi untuk menjawab tantangan penyediaan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sejalan dengan kebutuhan pemerintah dan kebutuhan dasar masyarakat atas akses konektivitas yang merata.
Selain itu, solusi ini juga dapat dimanfaatkan dalam situasi kebencanaan ketika infrastruktur terestrial mengalami gangguan, sehingga mendukung proses pemulihan layanan secara lebih cepat dan efektif,” ujar Seno.
Ia menambahkan bahwa TelkomGroup mendukung kelanjutan inisiatif ini melalui pengujian dan studi kelayakan yang komprehensif guna memastikan kesiapan implementasi secara terukur.
“Setiap tahapan adopsi teknologi akan dijalankan secara prudent, mengedepankan tata kelola yang baik serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan nilai jangka panjang bagi ekosistem digital nasional,” tambahnya.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kesepahaman yang telah terjalin sejak 2023. Ke depan, potensi sinergi kedua pihak akan terus dievaluasi melalui kajian menyeluruh, mencakup aspek bisnis, teknis, operasional, hingga regulasi.
CEO Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital Indonesia.
“Sinergi antara infrastruktur menara dan teknologi HAPS diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta mendukung ketahanan sistem telekomunikasi nasional. Kesepahaman ini memberikan landasan yang lebih kokoh bagi kedua pihak untuk menyusun peta jalan implementasi yang terukur dan berorientasi jangka panjang,” jelas Theodorus.
Sementara itu, CEO AALTO Hughes Boulnois menyampaikan bahwa kerja sama ini berlangsung di tengah meningkatnya momentum komersial teknologi Stratospace.
“Kemampuan Zephyr dalam menghadirkan konektivitas langsung ke perangkat (direct-to-device) membuka peluang untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses sekaligus meningkatkan keandalan jaringan. Asia-Pasifik menjadi kawasan strategis bagi pertumbuhan AALTO dan bagian penting dari evolusi konektivitas global,” ungkapnya.
Dengan diperpanjangnya MoU hingga Oktober 2027, kedua perusahaan akan terus mematangkan potensi integrasi antara teknologi HAPS dan infrastruktur telekomunikasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses konektivitas serta mempercepat transformasi digital di Indonesia.

