Teheran (Tutur.co.id) – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh menegaskan Teheran akan melawan gelombang serangan Amerika Serikat (AS)dan Israel sampai peluru terakhir dan tantara terakhir.
“Saya rasa prioritas Iran saat ini melawan agresor sampai titik darah penghabisan. Kami telah diserang dan diinvasi Amerika dan Israel dan mereka mencoba memberikan kerusakan maksimum ke Iran. Teheran dalam serangan terus menerus dan kami tidak punya pilihan akan melawan sampai peluru terakhir yang kami punya dan tantara terakhir yang kami punya,” kata Saeed Khatibzadeh kepada kantor berita ANI.
Saaed Khatibzadeh menambahkan, rakyat Iran punya keunggulan dalam konflik dengan AS dan Israel. Sikap patriotic dan jiwa nasionalis rakyat Iran tak perlu diragukan lagi akan menjadi senjata Utama dalam melawan serangan bergelombang AS-Iran.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pelanggaran besar yang dilakukan AS bersama Israel dengan menyerang kedaulatan Iran. Keduanya dianggapnya telah menginjak-injak hukum internasional. “Prinsip-prinsip hukum internasional telah diserang dan kami berdiri bersama untuk melawan kekejaman ini,” kata Khatibzadeh.
Dalam kesempatan itu Khatibzadeh juga menyoroti aksi kejam penembakan kapal perang Iran yang ditorpedo di Laut India. Padahal menurutnya, kapal perang Iran itu hadir dalam rangka undangan Latihan bersama dengan India.
“Amerika sedang menerapkan cara Nazi Jerman dengan menyerang sebuah acara seremonial dan tak bersenjata. Banyak pelaut muda yang menghadiri acara itu tewas,” kata Khatibzadeh.
Terakhir, Khatibzadeh juga membantah keras laporan CIA yang menyebutkan kelompok Kurdi akan bergabung dengan AS dan Israel untuk mengganti rezim Iran. Menurutnya, hanya kelompok kecil dari Suku Kurdi yang menginginkan itu. Mayoritas masih mendukung Iran.

