Ponorogo (tutur.co.id) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar.
Sidak dilakukan di SPPG Desa Kalisat, Kecamatan Balong, serta di Desa Gelang dan Desa Kunti, Kecamatan Sampung. Kunjungan tersebut bertujuan mengevaluasi langsung kualitas pelayanan, khususnya terkait higienitas dan pengolahan bahan makanan.
Dalam keterangannya, Lisdyarita menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan, terutama pada tahap pencucian dan penyortiran bahan pangan. Proses pembersihan buah dan sayur disebut menjadi titik krusial dalam menjaga mutu dan keamanan konsumsi.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan pelayanan SPPG di lapangan sudah berjalan baik. Namun ia mengingatkan adanya potensi risiko yang dapat muncul dari rantai pasok, termasuk dari pihak penyedia bahan pangan atau supplier.
Pengawasan terhadap kualitas bahan baku dinilai sama pentingnya dengan proses pengolahan di dapur SPPG, guna mencegah terjadinya penurunan mutu yang dapat berdampak pada penerima manfaat.
Tegaskan Larangan Pengurangan Kualitas dan Porsi
Lisdyarita juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik pengurangan kualitas maupun porsi menu yang telah ditetapkan dalam program MBG. Ia menegaskan bahwa setiap penerima manfaat berhak memperoleh menu sesuai ketentuan anggaran.
Untuk kelompok balita hingga pelajar kelas III sekolah dasar (SD), alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp 8 ribu per porsi. Sementara bagi pelajar kelas IV SD hingga sekolah menengah atas (SMA) serta penerima manfaat di luar sekolah, nilai menu ditetapkan sebesar Rp 10 ribu per porsi.
Standar tersebut, menurutnya, harus dijaga konsistensinya demi memastikan asupan gizi yang diterima anak-anak dan masyarakat sesuai dengan tujuan program.
49 SPPG Sudah Operasional dari Total 117 Kuota
Program MBG di Ponorogo terus diperluas. Dari total kuota 117 SPPG yang diterima daerah, sebanyak 49 unit telah beroperasi. Pemerintah daerah menargetkan seluruh kuota dapat aktif secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
Lisdyarita menilai program MBG bukan hanya berfokus pada peningkatan status gizi anak, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran SPPG membuka lapangan kerja baru serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, mulai dari tenaga dapur hingga pemasok bahan pangan.
Jaga Integritas Program MBG
Plt Bupati menegaskan agar program Makan Bergizi Gratis tidak tercoreng oleh kelalaian teknis yang sebenarnya bisa dicegah. Ia mendorong seluruh petugas SPPG untuk bekerja sesuai prosedur dan menjaga integritas pelaksanaan program.
Dengan pengawasan berkala dan peningkatan standar layanan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap program MBG dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat. (sas)

