Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Mobil»Geger Impor Kendaraan Pickup India, Agrinas Coba Berkelit

Geger Impor Kendaraan Pickup India, Agrinas Coba Berkelit

Mobil Toto Pribadi23 Februari 2026 / 16:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pikup Tata Yodha (Foto: Tata Motors)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (Tutur.co.id) – Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota, memaparkan alasan di balik pengadaan kendaraan pikap asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menegaskan, langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi, efektivitas, dan ketepatan guna.

Menurut Joao, pengadaan sarana dan prasarana, termasuk kendaraan operasional, merupakan bagian dari pelaksanaan amanah Presiden Prabowo Subianto. Selain efisiensi, Agrinas juga menekankan prinsip fairness atau kewajaran dalam proses pengadaan.

Ia menyebut kendaraan yang dipilih harus mampu dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana logistik di desa-desa KDKMP. Aspek kualitas, ketahanan, serta harga yang adil menjadi pertimbangan utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita pastikan, pada saat nanti, masyarakat akan memiliki harga yang paling fair untuk mereka. Karena fair itu sangat penting bagi masyarakat ke depan. Mereka akan memiliki pilihan lebih banyak, kita berikan masyarakat pilihan,” katanya.

Ia juga mempersilahkan para produsen berkompetisi secara fair sehingga uang mereka (masyarakat) memberikan nilai yang maksimal terhadap produktif yang akan mereka dapat nanti.

Produksi Lokal Disebut Sudah Habis

Joao juga mengungkapkan alasan lain di balik keputusan impor, yakni keterbatasan pasokan dari produsen dalam negeri. Ia menyebut hampir seluruh stok kendaraan niaga nasional telah terserap.

“Jadi, bisa dibilang hampir semua produk nasional sudah habis. Dari Mitsubishi, dari Hino maupun dari Isuzu. Ketika mereka tidak bisa men-supply lagi baru kita datangkan dari Tata. Supaya tujuan kegiatan ini bisa juga tercapai,” ungkapnya.

Ia mengakui nilai kontrak pengadaan kendaraan tersebut mencapai Rp 24,66 triliun. Namun, menurutnya angka itu berpotensi lebih besar jika seluruhnya menggunakan produksi dalam negeri.

Joao bahkan menyatakan harga kendaraan impor tersebut bisa jauh lebih kompetitif dibandingkan produk serupa di pasar saat ini, meskipun ia belum dapat membeberkan detailnya karena terikat perjanjian kerahasiaan.

Baca Juga  Kemenperin Bantah Deindustrialisasi, Data Diklaim Salah Baca

“Kami mendatangkan NDA dengan perusahaan Mahindra maupun dengan Tata. Karena kita beli dalam bulk, dalam jumlah yang banyak, harganya hampir 50% lebih murah daripada produk 4×4 yang beredar sekarang di pasaran di Indonesia. Jadi itu yang menjadi salah satu patokan kami,” ungkap Joao.

Terlepas dari klaim pihak Agrinas tersebut, namun faktanya isu ini telah bergulir luas dan mendapat respon negatif.  Bahkan Kemenperin dan Kadin yang notabenenya juga berada di pihak yang sama dengan Agrinas (pemerintah) menganggap kegiatan impor ini telah merugikan industri dalam negeri.

Agrinas impor kendaraan Kemenperin pickup PT Agrinas Pangan Nusantara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSpesifikasi Motorola Razr 60, Apa Saja yang Ditawarkan?
Next Article Geger Agrinas Impor Pickup dari India, Begini Reaksi Istana

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

Operasi Senyap Mobil Merek China, Kuasai 18 Persen Pasar Otomotif Indonesia

15 Juli 2026 / 20:27 WIB

Mobil Mitsubishi Bakal Diproduksi Karyawan Robot, Mulai 2027!

15 Juli 2026 / 13:07 WIB

Kejutan GIIAS 2026! Honda Super-One Bakal Meluncur, Pertahankan Karakter di Era Listrik

14 Juli 2026 / 22:45 WIB

Siap-siap GIIAS 2026 Hadir di 5 Kota Besar, Surabaya hingga Makassar

14 Juli 2026 / 14:00 WIB

Buruan Serbu! GIIAS 2026 Buka Presale Tiket Diskon 25 Persen

14 Juli 2026 / 02:06 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 2026: Persaingan Barcelona Makin Panas

Sasha Widiawati15 Mei 2026 / 09:09 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.