Jakarta (Tutur.co.id) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menerima sanksi denda senilai 14.000 dolar AS atau sekitar Rp235 juta yang dijatuhkan AFC terkait Timnas Futsal Merah Putih di ajang Piala Asia Futsal 2026. PSSI tidak akan mengajukan banding terkait keputusan AFC tersebut.
“Benar. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI. Denda. Enggak lah [banding]. Ya sudah kita terima saja,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Seperti diberitakan sebelumnya, AFC menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI Rp235 juta. AFC menetapkan ada dua pelanggaran yang teridentifikasi selama perhelatan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, 27 Januari sampai 7 Februari.
Pelanggaran pertama terjadi pada pertandingan Grup A saat Timnas Futsal Indonesia kontra Korea Selatan, 27 Januari lalu. Pada pelanggaran ini, AFC menemukan adanya individu yang berafiliasi dengan PSSI memasuki area lapangan tanpa membawa akreditasi resmi.
Selain itu, usai pertandingan usai, seorang penonton masuk ke area lapangan. Akibat dari kedua insiden ini, PSSI dinilai melanggar beberapa pasal dalam Kode Disiplin dan Etika AFC, termasuk Pasal 65 tentang tanggung jawab perilaku penonton dan Pasal 64 mengenai penyelenggaraan pertandingan.
Pelanggaran kedua terjadi pada laga terakhir Grup D antara Timnas Futsal Iran dan Timnas Futsal Afghanistan, 1 Februari lalu. Pelanggaran melibatkan lima penonton yang menyerbu masuk ke dalam lapangan saat pertandingan masih berlangsung.
Atas kejadian tersebut, PSSI kembali dinilai melanggar Pasal 64 Kode Disiplin dan Etika AFC yang berkaitan dengan tanggung jawab penyelenggaraan pertandingan.
Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, PSSI memilih menerima keputusan AFC dan menjadikannya sebagai pembelajaran. Dia juga menegaskan futsal berada di bawah naungan PSSI, termasuk dalam hal pembiayaan tim nasional.
“Ya diterima dari AFC. Supaya netizen banyak yang mengerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Pembiayaan juga kita yang tanggung. Futsal kemarin di Piala Asia itu besar yang kita biayai,” tandas Arya.

