Jakarta (Tutur.co.id) – Persija Jakarta resmi mendapatkan tanda tangan gelandang asal Brasil, Jean Mota. Pemain kelahiran Sao Paulo itu diikat dengan kontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.
Perekrutan Mota demi menjaga daya saing Persija Jakarta dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Saat ini Macan Kemayoran berada di peringkat ketiga dengan mengumpulkan 41 poin dari 19 pertandingan.
“Persija selalu berusaha melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kebutuhan tim. Kehadiran Jean Mota kami harapkan bisa menambah variasi dalam permainan yang berujung pada kekuatan tim,” kata Direktur Persija Mohamad Prapanca pada Jumat (6/2/2026).
Prapanca mengatakan Mota memiliki pengalaman bermain di level kompetisi kasta tertinggi, sehingga kualitas serta mentalitasnya dapat membantu tim mencapai target. Apalagi peluang juara di musim ini masih sangat terbuka lebar.
Jean Mota memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Brasil. Ia pernah membela Portuguesa pada 2013–2015, Santos pada 2016–2022, Fortaleza pada 2015–2016, serta EC Vitória pada 2024–2025.
Pada periode 2022–2024, Mota sempat berkiprah di Major League Soccer (MLS) bersama Inter Miami. Sebelum bergabung dengan Persija, ia tercatat membela Vila Nova FC pada musim 2025-2026.
Persija berharap pengalaman Mota di berbagai kompetisi dapat memberikan kontribusi signifikan, khususnya dalam mengatur tempo permainan dan menambah kreativitas di lini tengah.
Mota menyatakan antusiasme menjalani petualangan barunya di Indonesia bersama Persija. Ia termotivasi dengan tantangan yang akan dihadapi bersama Persija. Mota mengaku sudah tidak sabar menjalani debut bersama tim kebanggan warga Ibu Kota ini.
“Saya memilih Persija karena ini adalah klub besar dan sedang berjuang meraih gelar musim ini. Saya akan mendedikasikan kemampuan terbaik saya untuk memberikan kebahagiaan kepada para pendukung Persija,” ujar Mota.
Dengan kehadiran Jean Mota, Persija total telah mendatangkan enam pemain pada bursa transfer pertengahan musim. Keenam pemain itu adalah Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, dan Jean Mota.

