Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah kembali menyiapkan diskon tarif transportasi udara, darat, dan laut untuk mendukung mobilitas masyarakat pada periode libur Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengumuman resmi terkait besaran diskon tersebut direncanakan dilakukan paling lambat awal pekan depan.
Dudy menyebut hingga saat ini pemerintah masih melakukan penghitungan dan finalisasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Karena itu, besaran diskon tarif, termasuk untuk tiket pesawat, belum dapat dipastikan.
“Harapannya dalam minggu ini, paling terlambat mungkin Senin sudah bisa kita umumkan, sehingga masyarakat masih punya waktu untuk melakukan pemesanan,” kata Dudy saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2026).
Saat ditanya apakah diskon tiket pesawat berpeluang lebih besar dibandingkan kebijakan sebelumnya yang mencapai 16%, Dudy belum memberikan kepastian. Ia menegaskan, keputusan tersebut masih menunggu hasil finalisasi lintas kementerian.
Menurut Dudy, skema stimulus transportasi Lebaran tahun ini pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Kementerian Perhubungan, kata dia, berperan sebagai koordinator teknis dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam penetapan kebijakan.
“Kita harapkan bertambah, tapi kami masih menunggu ada beberapa kementerian terkait yang harus kita mintakan finalisasinya,” ujarnya.
Selain diskon tarif, pemerintah juga menyiapkan kembali kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat. Dudy menyebut skema tersebut secara teknis sudah disiapkan dan tinggal menunggu keputusan akhir dari pihak yang berwenang.
“(PPN DTP) sudah, tinggal tunggu finalisasi yang punya kewenangan. Harapannya tentunya lebih baik dari tahun kemarin,” kata Dudy.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12,83 triliun sebagai stimulus sektor transportasi selama periode libur Lebaran 2026. Stimulus ini diharapkan dapat menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi selama musim mudik.
Meski demikian, kepastian waktu dan besaran diskon menjadi sorotan, mengingat masyarakat biasanya mulai merencanakan perjalanan Lebaran jauh hari. Penundaan pengumuman berpotensi memengaruhi keputusan pemesanan tiket, terutama untuk moda transportasi udara yang sensitif terhadap waktu dan harga.

