Jakarta (tutur.co.id)- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadiri jamuan kenegaraan di Istana Élysé, Paris, dalam rangka kunjungan resmi ke Prancis. Jamuan tersebut menandai penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di tengah dinamika geopolitik global dan kerja sama strategis kedua negara.
Istana Élysée terletak di jantung Paris, di Rue du Faubourg Saint-Honoré. Berdiri sebagai sebuah bangunan klasik yang lebih sering bekerja dalam senyap ketimbang sorak sorai. Istana ini adalah kediaman resmi Presiden Prancis sekaligus pusat kekuasaan eksekutif negara tersebut. Istana ini telah menjadi simbol republik Prancis sejak pertengahan abad ke-19.
Sejarah Istana
Istana Élysée dibangun pada awal abad ke-18, sekitar tahun 1718. Pada mulanya, bangunan ini merupakan hotel particulier—kediaman bangsawan—milik Louis Henri de La Tour d’Auvergne.
Pasca Revolusi Prancis dan pergantian rezim, Élysée perlahan bertransformasi menjadi rumah aristokrat, simbol negara. Sejak 1848, istana ini resmi menjadi hunian Presiden Prancis.
Istana Élysée merepresentasikan republik dengan karakter lebih tertutup, lebih fungsional, dan penuh makna politik kontemporer.
Jamuan Kenegaraan
Jamuan makan Presiden Prabowo di Istana Élysée memiliki makna diplomatik yang kuat. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara tamu, jamuan tersebut juga memperkuat dialog politik dan kerja sama bilateral.
Dalam tradisi Prancis, jamuan kenegaraan dirancang secara simbolik. Mulai dari layout tempat duduk, daftar undangan, hingga susunan acara akan mencerminkan tingkat hubungan diplomatik antarnegara. Oleh karena itu, undangan resmi ke Élysée dipandang sebagai penegasan posisi strategis mitra di mata Prancis.
Kehadiran Presiden Prabowo di Istana Élysée jelas untuk menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, ekonomi, energi, dan pendidikan. Prancis merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Eropa.
Di balik kilau lampu kristal dan tatanan meja yang rapi, diplomasi bekerja dengan cara paling manusiawi yakni berbincang, mendengar, dan membangun rasa saling percaya. Sebuah jamuan makan malam bisa menjadi penanda babak baru hubungan antarnegara.

