Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»BI: Persepsi Pasar soal Suksesi Deputi Gubernur BI dan Danantara Ikut Tekan Kurs Rupiah

BI: Persepsi Pasar soal Suksesi Deputi Gubernur BI dan Danantara Ikut Tekan Kurs Rupiah

Makro Gusti Tetiro21 Januari 2026 / 16:41 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Nilai tukar rupiah tercatat melemah 1,53% secara point to point (ptp) ke level Rp16.945 per dolar AS per 20 Januari 2026 dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Bank Indonesia (BI) mengakui pelemahan rupiah tidak hanya dipicu oleh aliran modal keluar dan tingginya kebutuhan valuta asing korporasi, tetapi juga oleh persepsi pasar terhadap proses pencalonan Deputi Gubernur BI.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa hingga 19 Januari 2026, investasi portofolio mencatatkan arus keluar bersih (net outflows) sebesar US$1,6 miliar. Tekanan tersebut diperkuat oleh meningkatnya kebutuhan valas dari korporasi besar, seperti Pertamina, PLN, dan Danantara Indonesia.

“Persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan proses pencalonan Deputi Gubernur BI turut memengaruhi stabilitas nilai tukar. Kami tegaskan bahwa proses pencalonan Deputi Gubernur BI berjalan sesuai undang-undang dan tata kelola yang baik, serta tidak memengaruhi pelaksanaan tugas BI yang tetap profesional dan independen,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Januari 2026, Rabu (21/1/2026).

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya perhatian pasar menjelang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap tiga calon Deputi Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto. Ketiganya adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin Juhro, serta Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Diky Kartikoyono.

Pasar menyoroti kemungkinan terjadinya pertukaran posisi antara mantan Deputi Gubernur BI Juda Agung—yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026—dengan Thomas Djiwandono di otoritas moneter dan fiskal. Meski demikian, Perry menegaskan bahwa pelemahan rupiah juga merupakan bagian dari fenomena global yang dialami banyak negara, seiring ketidakpastian ekonomi dunia dan dinamika pasar keuangan internasional.

Baca Juga  Dirut Pertamina: Impor Energi dari AS untuk Penuhi Kebutuhan Nasional

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi secara terukur. Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, transaksi spot di pasar domestik, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga penguatan strategi operasi moneter yang bersifat pro-market.

“Kami akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar rupiah kembali menguat,” tegas Perry.

BI juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan menjadi penopang utama stabilitas rupiah. Inflasi tercatat masih terjaga dalam sasaran bank sentral, sementara posisi cadangan devisa dinilai sangat memadai untuk meredam gejolak eksternal.

Hingga akhir Desember 2025, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$156,5 miliar. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Cadangan devisa kami kumpulkan saat arus masuk dan tidak ragu kami gunakan untuk stabilisasi. Dengan fundamental yang kuat, kami meyakini nilai tukar rupiah akan stabil bahkan cenderung menguat ke depan,” pungkas Perry.

BI Danantara Kurs Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Cuaca Mendukung, Basarnas Makassar Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
Next Article Enam Proyek Hilirisasi Senilai US$6 Miliar Siap Jalan, Tunggu Keputusan Danantara

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan DEN di Hambalang, Apa yang Dibicarakan?

14 Juli 2026 / 22:01 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik, Ini Strategi Barunya

14 Juli 2026 / 12:36 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Penguatan IHSG Berlanjut, BRI Danareksa Rekomendasikan BUMI, PADI, dan AMMN

Gusti Tetiro06 Juli 2026 / 08:08 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.