Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75%, Fokus Jaga Rupiah dan Stabilitas Ekonomi

BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75%, Fokus Jaga Rupiah dan Stabilitas Ekonomi

Finance Gusti Tetiro21 Januari 2026 / 16:12 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai Bank Indonesia di salah satu beranda Bank Indonesia (Foto: Bank Indonesia)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20–21 Januari 2026. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility tetap berada di 3,75% dan Lending Facility di 5,5%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi. Kebijakan ini juga dinilai konsisten dengan upaya BI dalam mengendalikan inflasi sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ke depan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh. BI juga mencermati ruang penurunan BI-Rate lebih lanjut dengan perkiraan inflasi 2026 dan 2027 yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%,” tutur Perry dalam konferensi pers hasil RDG Bulanan Januari 2026, Rabu (21/1/2026).

Perry menambahkan, bauran kebijakan BI saat ini diarahkan tidak hanya pada stabilitas, tetapi juga pada penguatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dari sisi makroprudensial, kebijakan difokuskan untuk bersifat pro-growth, antara lain melalui peningkatan efektivitas insentif likuiditas makroprudensial guna mempercepat penurunan suku bunga perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit ke sektor riil, khususnya sektor prioritas pemerintah.

Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif. BI terus memperluas akseptasi pembayaran digital, memperkuat struktur industri sistem pembayaran, serta meningkatkan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran nasional.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan,” jelas Perry.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, BI masih perlu mempertahankan suku bunga acuan mengingat tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih kuat dan pasar keuangan tengah sensitif terhadap isu fiskal.

Baca Juga  Profil Filianingsih Hendarta, Pejabat Tinggi Paling Tajir di Bank Indonesia

“BI diperkirakan menahan suku bunga sambil tetap fokus menjaga stabilitas nilai tukar dan ekspektasi inflasi,” ujar Josua.

Menurutnya, kondisi permintaan domestik belum menunjukkan kebutuhan mendesak akan stimulus tambahan melalui pemangkasan suku bunga. Hal ini tercermin dari keyakinan konsumen Desember 2025 yang masih berada di zona optimis dengan indeks 123,5, pertumbuhan penjualan eceran November yang mencapai 6,3% secara tahunan, serta kinerja industri pengolahan yang tetap ekspansif dengan PMI BI triwulan IV-2025 sebesar 51,86.

“Jika BI ingin memberikan dukungan tambahan bagi pertumbuhan dan penyaluran kredit, jalur yang lebih aman saat rupiah rentan adalah melalui pelonggaran likuiditas dan penurunan biaya dana jangka pendek tanpa mengubah BI-Rate, misalnya lewat instrumen operasi pasar terbuka,” kata Josua.

bank indonesia bi rate perry warjiyo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePeci Hitam Khas Nusantara, Diplomasi Prabowo di Lancaster House
Next Article Video: Cuaca Mendukung, Basarnas Makassar Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah karena Faktor Global, Penguatan UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi

17 Juli 2026 / 09:55 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB
Form Komentar Cancel Reply

IHSG Masih Bearish, BRI Danareksa Rekomendasikan Koleksi HMSP, ARTO, dan CPIN

Gusti Tetiro01 Juli 2026 / 07:58 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.