Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (24/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan bursa saham global. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 6.200-6.400.
Di tengah kondisi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati, yakni ELSA, NCKL, dan MEDC.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas menyebut perhatian pasar tertuju pada meningkatnya risiko geopolitik setelah kelompok Houthi menyerang kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Iran masih belum membuka ruang negosiasi sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 6% hingga mendekati US$100 per barel, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.
Dari dalam negeri, fokus investor mulai bergeser ke musim rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. Selama bertahan di atas area support, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya risiko geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Sentimen negatif juga datang dari Wall Street. Pada perdagangan sebelumnya, Dow Jones turun 0,97%, diikuti S&P 500 yang melemah 1,21%, serta Nasdaq yang terkoreksi 2,15%.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan:
ELSA dengan target harga Rp710-Rp720.
NCKL dengan target harga Rp915-Rp945.
MEDC dengan target harga Rp1.430-Rp1.478.
Pada perdagangan Kamis (23/7/2026), IHSG ditutup melemah 19,17 poin atau 0,30% ke level 6.315. Pelemahan indeks diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp1,22 triliun.
Tekanan jual terbesar berasal dari saham BBCA senilai Rp484,34 miliar, disusul TPIA sebesar Rp367,86 miliar, dan NSSS senilai Rp307,01 miliar.
Dari sisi sektoral, pelemahan IHSG dipimpin sektor konsumer primer yang turun 1,16%, industri melemah 1,32%, keuangan terkoreksi 0,89%, serta kesehatan turun 0,10%.
Sebaliknya, sektor properti menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,13%, diikuti sektor energi yang menguat 1,52% dan konsumer nonprimer naik 1,56%.
Sementara itu, saham-saham yang mencatat kenaikan tertinggi pada perdagangan sebelumnya antara lain FUTR yang melonjak 24,39% menjadi Rp306, MPRO naik 19,87% menjadi Rp13.875, ENAK menguat 15,57% menjadi Rp282, ZATA naik 14,93% menjadi Rp77, serta ALKA menguat 14,58% ke level Rp1.100.

