Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks bergerak pada kisaran support 6.250, pivot 6.300, dan resistance 6.400.
Seiring prospek tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang dinilai berpotensi memberikan keuntungan, yakni CPIN, MYOR, TINS, INCO, dan ERAA.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,10% ke level 6.334,48. Koreksi tersebut dinilai lebih dipicu aksi profit taking setelah indeks mencatat reli dalam beberapa pekan terakhir.
Meski terkoreksi, secara teknikal tren penguatan dinilai masih terjaga. IHSG masih bergerak di atas moving average (MA) 5 dan MA20, sementara histogram MACD tetap berada di area positif.
“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang 6.280-6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/7/2026).
Sentimen positif juga datang dari hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan menjadi 6%.
Selain mempertahankan suku bunga acuan, BI juga menahan Deposit Facility di level 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.
Menurut Phintraco Sekuritas, keputusan tersebut mencerminkan keyakinan bank sentral terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.
Bank Indonesia juga memperluas kebijakan insentif serta sejumlah instrumen untuk mendorong masuknya investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Dari sisi fundamental, pertumbuhan kredit nasional menunjukkan tren positif. Kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh 12,67% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dari 11,51% pada Mei 2026 dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak April 2024.
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 24,9%, kredit modal kerja 8,94%, serta kredit konsumsi 5,75%.
Phintraco Sekuritas menilai kondisi perbankan Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global karena didukung permodalan yang kuat, risiko kredit yang terjaga, dan likuiditas yang memadai.
Bank Indonesia pun masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit tahun 2026 pada kisaran 8%-12%, ditopang fasilitas pinjaman yang belum ditarik (undisbursed loan) sebesar Rp2.490 triliun, atau setara 21,52% dari total plafon kredit.
“Meskipun BI Rate telah naik 100 basis poin pada Juni 2026, pertumbuhan kredit masih meningkat,” tulis Phintraco Sekuritas.
Untuk memanfaatkan peluang di pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham CPIN, MYOR, TINS, INCO, dan ERAA.

