Yogyakarta (tutur.co.id) – Kawasan legendaris Malioboro bersiap menyambut wajah baru yang lebih hijau namun tetap sarat budaya. Langkah besar ini ditandai dengan aksi nyata PT Pegadaian (Persero) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang menyalurkan bantuan 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) senilai Rp1,4 miliar untuk ekosistem transportasi tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 19 Juli 2026.
Kolaborasi strategis yang sukses menggerakkan sektor usaha mikro ini pun berbuah manis. Pegadaian dianugerahi apresiasi khusus dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. Penghargaan simbolis berupa miniatur becak listrik diserahkan langsung oleh Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa, kepada Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, di lokasi bersejarah Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta.
Kehadiran Bekalista ini momentumnya dinilai sangat tepat. Saat ini, Pemerintah Provinsi DIY sedang gencar memberlakukan zona emisi rendah dan zona pejalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Margo Mulya, sebuah langkah krusial setelah kawasan tersebut sah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Sebagai bagian dari transisi, operasional becak motor (bentor) berbahan bakar minyak mulai dibatasi dan dilarang. Sebagai gantinya, Bekalista hadir menjadi solusi modern yang humanis. Hebatnya, desain becak listrik dari Pegadaian ini tidak asal dibuat, melainkan tetap mempertahankan pakem kendaraan tradisional Yogyakarta sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DIY Nomor 5 Tahun 2016. Jadi, estetikanya tetap dapat, ramah lingkungannya pun terpenuhi.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian terhadap pilar lingkungan dan ekonomi masyarakat,” kata Tibuana Tunggadewi, Direktur Human Capital PT Pegadaian.
“Melalui bantuan Bekalista ini, kami tidak hanya ingin menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Yogyakarta, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM di sektor transportasi tradisional tetap memiliki mata pencaharian yang layak, lebih hemat energi, dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” tambahnya.
Program Bekalista bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah proyek berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan dampak positif yang berlapis.
Program ini berjalan selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social & Governance), khususnya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) untuk mengurangi polusi udara di kawasan wisata utama Yogyakarta. Juga untuk membantu pengayuh becak meningkatkan pendapatan dengan tenaga yang lebih efisien berkat bantuan motor listrik.
Dengan mengaspalnya 50 armada baru ini, PT Pegadaian (Persero) berharap proyek ini menjadi pemantik awal bagi terciptanya ekosistem transportasi wisata yang komprehensif, ramah lingkungan, sekaligus menjadi cetak biru (blueprint) yang dapat menginspirasi kota-kota budaya lainnya di Indonesia.

