New Jersey (Tutur.co.id) – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah yang sarat makna bagi Lionel Messi. Di hadapan sang kapten Argentina berdiri Spanyol, negara yang menjadi rumah keduanya selama lebih dari dua dekade dan tempat ia tumbuh menjadi salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Kini, Messi hanya berjarak satu kemenangan dari gelar Piala Dunia kedua bersama Argentina. Namun, untuk mewujudkan ambisi tersebut, ia harus mengalahkan negara yang telah membentuk perjalanan karier sepak bolanya.
Rekor Lionel Messi Melawan Spanyol
Sepanjang karier internasionalnya, Messi sebenarnya sangat jarang menghadapi tim nasional Spanyol.
Statistik Lionel Messi vs Spanyol:
- Pertandingan: 3
- Menang: 1
- Seri: 0
- Kalah: 2
- Gol: 2
Dari total 206 penampilan bersama tim nasional Argentina, hanya tiga di antaranya terjadi saat menghadapi La Roja. Seluruh pertemuan tersebut berlangsung dalam laga persahabatan, karena Argentina dan Spanyol belum pernah bertemu di pertandingan kompetitif level senior sejak Piala Dunia 1966.
Awal Persaingan Dimulai di Piala Dunia U-20
Jauh sebelum menjadi ikon sepak bola dunia, Messi sudah pernah berhadapan dengan Spanyol pada perempat final Piala Dunia U-20 2005. Saat itu, Argentina menang meyakinkan 3-1, dan Messi turut mencetak satu gol. Penampilan tersebut menjadi salah satu pertanda awal bahwa ia akan berkembang menjadi bintang besar sepak bola dunia.
Pertemuan pertama Messi dengan Spanyol di level senior terjadi pada 11 Oktober 2006 dalam laga persahabatan yang berlangsung di Murcia. Saat itu usianya baru 18 tahun dan baru mulai mendapatkan tempat di tim nasional Argentina.
Meski tampil cukup menjanjikan, Messi gagal mencetak gol dan ditarik keluar pada menit ke-66. Argentina akhirnya kalah 1-2 dari tuan rumah.
Cetak Gol, Tetapi Argentina Tetap Kalah
Sekitar tiga tahun kemudian, Argentina kembali bertemu Spanyol dalam laga persahabatan. Kala itu, tim Tango masih dilatih oleh Diego Maradona, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi idola Messi.
Dalam pertandingan tersebut, Messi sukses mencetak gol melalui titik penalti. Namun, dua gol Xabi Alonso membuat Argentina kembali harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 1-2. Meski mencatatkan namanya di papan skor, hasil pertandingan kembali tidak berpihak kepada Albiceleste.
Membalas Kekalahan Setelah Spanyol Juara Dunia
Tidak lama setelah Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, kedua tim kembali bertemu dalam laga persahabatan yang digelar di Buenos Aires. Saat itu, Spanyol datang dengan status sebagai juara dunia yang baru dinobatkan. Namun, Argentina justru tampil luar biasa.
Messi membuka keunggulan melalui penyelesaian akhir yang cerdik dengan cungkilan melewati kiper lawan. Albiceleste kemudian tampil dominan dan menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol sebelum akhirnya menang telak 4-1. Hingga kini, kemenangan tersebut menjadi satu-satunya kemenangan Messi atas Spanyol di level senior.
Absen Saat Argentina Dibantai 1-6
Pada Maret 2018, Argentina kembali berhadapan dengan Spanyol dalam laga persahabatan. Namun, Messi tidak tampil karena mengalami cedera sehingga hanya menyaksikan pertandingan dari tribun. Bahkan, ia sempat terlihat meninggalkan Stadion Metropolitano di Madrid sebelum pertandingan berakhir.
Tanpa kehadiran sang kapten, Argentina mengalami salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah mereka setelah dihancurkan Spanyol dengan skor 1-6. Hasil tersebut menjadi pertemuan terakhir kedua negara sebelum akhirnya dipertemukan kembali di partai puncak Piala Dunia 2026.
Final Piala Dunia 2026 Jadi Babak Baru Messi
Pertemuan di MetLife Stadium nanti bukan sekadar pertandingan antara dua raksasa sepak bola dunia. Bagi Lionel Messi, laga ini juga menjadi momen yang penuh nilai emosional.
Ia menghabiskan sebagian besar hidup dan karier profesionalnya di Spanyol setelah bergabung dengan Barcelona pada usia 13 tahun. Di akademi La Masia, Messi berkembang menjadi pemain terbaik dunia dan menjalin hubungan yang begitu erat dengan klub maupun kota Barcelona.
Bahkan, pada awal kariernya sempat muncul spekulasi bahwa Messi bisa saja membela tim nasional Spanyol sebelum akhirnya memilih memperkuat tanah kelahirannya, Argentina.
Kini, lebih dari 25 tahun setelah pertama kali menginjakkan kaki di Catalunya, takdir membawanya kembali berhadapan dengan negara yang membesarkan namanya.

