Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam perdagangan berikutnya setelah berhasil bertahan di atas level psikologis 6.000. Meski demikian, investor tetap diminta mewaspadai tekanan jual yang masih mendominasi pergerakan pasar.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas, IHSG masih menguat tipis 0,04% ke level 6.041. Kenaikan tersebut terjadi di tengah volume transaksi yang cenderung mengecil, mengindikasikan pelaku pasar masih bersikap hati-hati.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG sedang berada pada fase wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle, sehingga masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.137 hingga 6.254. Namun, investor perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek yang diperkirakan berada di kisaran 5.974–6.020.
Level support IHSG berada di 5.839 dan 5.607, sedangkan resistance diperkirakan berada pada 6.286 dan 6.599.
Seiring prospek penguatan indeks, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang layak dicermati, yakni BBRI, BULL, BUMI, dan TINS.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) direkomendasikan buy if break di level 2.890. BBRI ditutup menguat 1,07% ke 2.830 dan masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Secara teknikal, saham ini diperkirakan memasuki awal wave [c] dari wave 4, dengan target harga 2.990 hingga 3.120. Adapun batas stop loss berada di bawah 2.730.
Untuk saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL), MNC Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy pada rentang 334–352. Saham ini terkoreksi 1,62% ke 364 dan masih tertahan di bawah MA200. Secara teknikal, BULL diperkirakan berada pada fase wave [C] dari wave {B}, dengan target harga 404 hingga 472 dan stop loss di bawah 326.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) direkomendasikan buy on weakness pada area 140–146. Meski terkoreksi 0,67% ke 148, pergerakan BUMI masih bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan saham ini sedang berada pada bagian wave C dari wave (A), dengan target harga 162 dan 180, serta stop loss di bawah 136.
Adapun saham PT Timah Tbk. (TINS) juga masuk daftar rekomendasi buy on weakness pada kisaran 3.390–3.470. TINS ditutup menguat 0,57% ke 3.500, didukung volume pembelian yang masih relatif kuat dan tetap bergerak di atas MA20. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada pada wave 3 dari wave (C), dengan target harga 3.650 hingga 3.900. Stop loss disarankan di bawah 3.260.
Dengan peluang IHSG menguji area 6.137–6.254, investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko secara disiplin mengingat tekanan jual belum sepenuhnya mereda dan potensi koreksi jangka pendek masih terbuka.

