Teheran (tutur.co.id) – Tentara Republik Islam Iran murka dengan keputusan parlemen Inggris yang memasukkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam daftar organisasi teroris. Menurut Teheran, IRGC justru menjadi front terdepan dalam melawan segala bentuk tindakan terorisme.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Departermen Hubungan Masyarakat (Humas) Tentara Republik Islam Iran pada Rabu 15 Juli 2026, ditegaskan bahwa rekam jejak IRGC dalam memerangi ekstremisme di Asia Barat dan menjaga stabilitas regional tak terbantahkan lagi.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menekankan bahwa IRGC tidak hanya berfungsi sebagai badan militer tetapi juga sebagai lembaga sosial dan budaya yang telah memberikan layanan berharga kepada masyarakat Iran dan negara-negara tetangga selama bertahun-tahun.
Dalam kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Barat, Tentara Republik Islam Iran justru menganggap pemerintah Inggris lah yang memiliki sejarah kolonial panjang dan kelam yang ditandai dengan menabur perpecahan dan mendukung kelompok-kelompok ekstremis di kawasan tersebut.
Mereka juga menegaskan bahwa negara-negara Eropa, terutama Amerika Serikat dan Israel adalah sponsor utama ketidakstabilan global dan terorisme.
Sebagai penutup pernyataan tersebut, departemen hubungan masyarakat menegaskan kembali solidaritas dan persatuan yang erat antara Angkatan Darat dan IRGC di bawah kepemimpinan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata. Bahkan Angkatan Darat berjanji untuk berdiri bahu-membahu dengan IRGC dalam melawan setiap ancaman asing terhadap bangsa Iran.

