Atlanta (Tutur.co.id) – Atmosfer panas sudah terasa bahkan sebelum laga Argentina vs Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 dimulai. Jelang duel klasik di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, perang urat saraf lebih dulu mewarnai persiapan kedua tim.
Sejumlah legenda Inggris melontarkan komentar penuh percaya diri. Namun, pernyataan paling menyita perhatian datang dari Joe Cole, yang secara terbuka menyebut Inggris akan membuat Lionel Messi tidak berkutik dan memastikan langkah Argentina terhenti di semifinal.
Komentar Cole kemudian diperkuat oleh keyakinan John Terry dan Gary Neville, yang sama-sama menilai The Three Lions memiliki kualitas untuk mengalahkan juara bertahan sekaligus mengamankan tiket ke final.
Joe Cole: Kami Akan Membuat Messi Tidak Berkutik
Mantan gelandang Chelsea itu melontarkan pernyataan yang langsung memanaskan tensi jelang pertandingan. Berbicara dalam podcast The Rest Is Football, Cole menilai kecepatan dan kekuatan fisik Inggris akan menjadi pembeda saat menghadapi Argentina.
“Kami akan membuat Messi tidak berkutik. Ya, seratus persen. Saya katakan sekarang juga, kami akan lolos ke final Piala Dunia. Kami memiliki kecepatan yang terlalu sulit diatasi oleh Argentina dan kami akan mengalahkan mereka. Saya benar-benar merasakannya,” tegas Cole.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu komentar paling berani menjelang semifinal, mengingat Messi sedang menjalani turnamen yang luar biasa dengan koleksi delapan gol dan memimpin Argentina mempertahankan peluang mempertahankan gelar juara dunia.
John Terry: Inggris Lebih Baik dari Argentina
Kepercayaan diri serupa juga disampaikan mantan kapten Timnas Inggris, John Terry. Legenda Chelsea itu menilai kualitas skuad Inggris saat ini lebih lengkap dibandingkan Argentina, meski ia tetap mengakui Messi merupakan ancaman terbesar yang harus diwaspadai.
“Saya tidak khawatir dengan Argentina. Saya tidak melihat mereka lebih baik daripada kami. Jika dibandingkan pemain demi pemain, kami lebih unggul,” ujar Terry dalam FIFA Podcast.
Meski demikian, Terry mengingatkan rekan senegaranya agar tidak lengah terhadap pengaruh Messi.
“Messi selalu muncul di pertandingan-pertandingan besar. Dia tipe pemain yang bisa mengubah jalannya laga kapan saja. Saya hanya bisa membandingkannya dengan Eden Hazard saat masih bermain di Chelsea,” katanya.
Gary Neville Bidik Titik Lemah Argentina
Sementara itu, Gary Neville menilai peluang Inggris terbuka lebar karena Argentina masih memiliki kelemahan di lini pertahanan. Mantan bek Manchester United tersebut secara khusus menyoroti duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez, yang menurutnya sering tampil inkonsisten.
“Saya tidak melihat bagaimana Inggris gagal mencetak setidaknya dua gol. Mereka adalah duet bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia. Kadang tampil luar biasa, tetapi di pertandingan lain justru membuat kesalahan yang berujung gol lawan,” ujar Neville.
Menurutnya, kecepatan para pemain Inggris bisa menjadi senjata utama untuk mengeksploitasi celah di lini belakang Albiceleste.
Rivalitas Argentina vs Inggris Selalu Sarat Emosi
Perang komentar jelang semifinal semakin menambah panas rivalitas panjang antara Argentina dan Inggris. Hubungan kedua negara tidak hanya dibangun oleh sejarah di lapangan, tetapi juga dipengaruhi konflik Kepulauan Falkland (Malvinas) pada 1982. Ketegangan itu kemudian melekat dalam setiap pertemuan kedua tim di Piala Dunia.
Duel paling dikenang terjadi pada Piala Dunia 1986, ketika Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” sebelum melengkapi penampilan fenomenalnya dengan gol solo yang kemudian dinobatkan sebagai Gol Abad Ini.
Rivalitas berlanjut pada Piala Dunia 1998, saat Argentina menyingkirkan Inggris melalui adu penalti setelah David Beckham mendapat kartu merah akibat insiden dengan Diego Simeone.
Inggris akhirnya membalas pada Piala Dunia 2002 melalui kemenangan 1-0 berkat gol penalti Beckham. Kini, lebih dari dua dekade kemudian, kedua tim kembali bertemu di panggung terbesar dengan tiket menuju final sebagai taruhannya.
Perang kata-kata dari para legenda Inggris kini tinggal menunggu pembuktian di atas lapangan. Jika Joe Cole yakin Inggris mampu membuat Lionel Messi tidak berkutik, maka sang kapten Argentina memiliki kesempatan sempurna untuk membungkam semua keraguan dan kembali membawa Albiceleste selangkah lebih dekat menuju gelar Piala Dunia 2026.

