London (Tutur.co.id) – Manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran The Blues, meski namanya selama ini kerap dikaitkan dengan kursi pelatih Liverpool. Menurut mantan gelandang Timnas Spanyol itu, keputusan tersebut murni dipengaruhi oleh momentum, karena Chelsea datang dengan tawaran lebih dulu.
“Ini masalah momentum,” ujar Alonso pada hari pertamanya di Stamford Bridge, seperti dikutip BBC Sport, Selasa.
Alonso resmi ditunjuk sebagai manajer Chelsea pada Mei 2026 dan telah memimpin sesi latihan perdananya bersama skuad The Blues pekan lalu. Penunjukan tersebut langsung menjadi sorotan karena hanya berselang dua pekan setelah kedatangannya, Liverpool memutuskan berpisah dengan pelatih Arne Slot.
Chelsea Datang Lebih Dulu
Selama dua tahun terakhir, nama Xabi Alonso memang terus dikaitkan dengan Liverpool. Ia sempat menjadi kandidat utama pengganti Jurgen Klopp pada 2024 dan kembali masuk radar The Reds ketika posisi Arne Slot mulai berada dalam tekanan pada musim ini.
Namun, Alonso memilih menerima proyek yang ditawarkan Chelsea sebelum peluang kembali ke Anfield benar-benar terbuka.
Mantan gelandang Liverpool yang memperkuat klub Merseyside pada 2004 hingga 2009 itu mengaku antusias menghadapi tantangan baru bersama salah satu klub terbesar di Inggris.
Percaya dengan Proyek Chelsea
Keputusan Alonso menerima pinangan Chelsea juga dipengaruhi oleh struktur kerja yang ditawarkan klub. Berbeda dengan pendahulunya yang berstatus sebagai kepala pelatih, Alonso dipercaya mengemban jabatan manajer, yang memberinya kewenangan lebih luas dalam menentukan arah pembangunan tim.
Menurutnya, sistem kerja kolektif di Chelsea menjadi salah satu faktor yang membuatnya yakin menerima tantangan tersebut.
“Apa yang saya sukai adalah kami bekerja sama dan kami semua menjadi bagian dari setiap keputusan yang diambil. Kami semua merasa bertanggung jawab atas keputusan tersebut,” kata Alonso.
Ia menilai Chelsea memiliki fondasi yang kuat untuk kembali bersaing di level tertinggi, meski masih membutuhkan sejumlah pembenahan pada skuad.
“Tujuan klub sudah sangat jelas. Kami memiliki potensi besar dan skuad yang berkualitas. Sekarang kami hanya perlu memperkuat tim dengan cara yang tepat dan mengambil keputusan yang benar,” ujarnya.
Jejak Sukses Bersama Bayer Leverkusen
Reputasi Alonso sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa melesat setelah sukses membawa Bayer Leverkusen tampil impresif. Selama menangani klub Bundesliga tersebut, ia berhasil mengembangkan sejumlah pemain muda menjadi bintang, termasuk Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong, yang kini sama-sama memperkuat Liverpool.
Keberhasilan itulah yang membuat Alonso sempat dianggap sebagai sosok ideal untuk kembali ke Anfield. Namun, pada akhirnya ia memilih memulai babak baru bersama Chelsea.
Kini, tugas besar menanti Alonso di Stamford Bridge. Selain mengembalikan Chelsea ke persaingan papan atas Liga Inggris, ia juga diharapkan mampu membangun proyek jangka panjang yang dapat membawa The Blues kembali bersaing dalam perebutan gelar domestik maupun kompetisi Eropa.

