Jakarta (tutur.co.id) – Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru mencatatkan perubahan signifikan pada kantong Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Sejak awal menjabat hingga laporan periodik terbaru, kekayaan salah satu sosok kunci di Kejaksaan Agung ini melonjak hampir tiga kali lipat.
Berdasarkan laporan LHKPN periode 2022, total kekayaan Febrie berada di angka Rp6,36 miliar. Namun, dalam kurun waktu beberapa tahun, angka tersebut melesat menjadi Rp18,26 miliar pada periode 2025.Artinya, ada kenaikan bersih sebesar Rp11.901.336.438 (hampir Rp12 miliar) tanpa catatan utang sepeser pun.
Yuk, bedah rincian aset yang menjadi pendongkrak utama kekayaannya!
Sektor Properti Jadi Pendongkrak Utama (Naik ke Rp14,8 Miliar)
Komponen terbesar dari total kekayaan Febrie Adriansyah bersumber dari aset tanah dan bangunan. Pada laporan 2022, nilai propertinya “hanya” bernilai Rp4.023.346.000 untuk 4 aset. Namun, pada periode 2025, angka ini melonjak drastis menjadi Rp14.852.820.000. Kenaikan masif ini dipicu oleh hadirnya satu aset mewah baru di Jakarta Selatan.
Berikut rincian lengkap aset properti milik Jampidsus:Aset Baru (Laporan 2025):
- Tanah & bangunan seluas 638 m²/200 m² di Jakarta Selatan senilai Rp10.829.474.000
- Tanah & bangunan seluas 220 m²/180 m² di Jakarta Selatan senilai Rp2.308.250.000
- Tanah seluas 652 m² di Tangerang Selatan senilai Rp597.232.000
- Tanah seluas 704 m² di Tangerang Selatan senilai Rp644.864.000
- Tanah seluas 2.301 m² di Kabupaten Bandung senilai Rp473.000.000
Koleksi Garasi: Tambah Toyota Alphard Baru
Selain properti, isi garasi Febrie juga mengalami peningkatan kelas. Nilai total alat transportasi miliknya naik dari Rp1,33 miliar (2022) menjadi Rp2.310.500.000 (2025). Faktor utama kenaikan sektor ini adalah masuknya satu unit MPV premium baru, yaitu Toyota Alphard.
Berikut daftar kendaraan yang tercatat di LHKPN:
- Toyota Alphard 2.5G A/T (2021): Rp978.500.000
- Peugeot New 2008 AT (2018): Rp530.000.000
- Toyota Land Cruiser Prado 2.7 (2020): Rp502.000.000
- Honda HR-V RU5 1.8 (2018): Rp300.000.000
Kas, Harta Bergerak, dan Bebas dari Utang
Bagaimana dengan isi tabungan dan aset lainnya? Sektor kas serta harta bergerak lainnya juga terpantau merangkak naik, meski tidak sesignifikan properti dan mobil mewah. Harta Bergerak Lainnya: Naik dari Rp32.400.000 menjadi Rp60.000.000 (bertambah Rp27,6 juta).
Kas dan Setara Kas juga mengalami kenaikan tipis sekitar Rp65,7 juta, dari Rp872.362.742 menjadi Rp938.125.180. Lalu untuk harta lain bertahan stabil di angka Rp100.000.000. Dan hebatnya utang nihil.
Sebagai catatan, Laporan LHKPN periode 2022 pertama kali disampaikan pada 28 Februari 2023 setelah ia resmi menjabat sebagai Jampidsus. Sementara itu, laporan terbaru periode 2025 diserahkan secara resmi pada tanggal 7 Maret 2026.

