Jakarta (tutur.co.id) – Jampidsus Febrie Adriansyah membantah ihwal kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus korupsi yang tengah diusut oleh Kortastipidkor Polri.
Dari 3 kasus korupsi yang tengah diusut Polri, ia menjawab soal isu yang menyeretnya masuk dalam korupsi pengadaan batu bara PLTU yang menyebabkan pemadaman masal di Sumatera.
“Saya juga tidak paham ada kaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggulah proses bagaimana rekan-rekan penyidik nanti menyampaikan apa masalahnya keterkaitan blackout tersebut,” kata Febrie di Gedung Bundar Jampidsus, Jumat 10 Juli 2026.
Ia meminta masyarakat untuk pandai memilah informasi dan mengarahkan menunggu keterangan resmi dari Polri soal siapa pihak yang terlibat dalam 3 kasus korupsi tersebut.
“Jadi untuk blackout, lebih baik kita tunggu saja rekan-rekan penyidik nanti mengungkapkan dan sebaiknya ditanya ke sana,” tutupnya.
Sebelumnya, nama Jampidsus Febrie Adriansyah sering muncul seiring dengan penggeledahan serentak yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri di 13 lokasi.
Dalam serangkaian penggeledahan tersebut, yang mencakup rumah di Sentul, Bogor, dan Cafe de’Clan di Cipete, Jakarta Selatan, penyidik menyita uang bernilai puluhan miliar rupiah serta emas seberat puluhan kilogram.
Hingga kini, Polri hanya menyebut bahwa penggeledahan ini terkait dengan tiga kasus, yaitu dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus PT Asabri, dugaan korupsi pasokan batu bara yang menyebabkan pemadaman listrik di Sumatera, serta kasus PT Krakatau Steel.
Namun, Polri belum memberikan rincian mengenai pihak-pihak yang diamankan atau yang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk apakah Febrie terlibat atau memiliki peran dalam perkara-perkara tersebut.

