Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tim Hukum Jokowi Tegaskan Pokok Perkara Roy Suryo Tetap Lanjut
  • Sebagian Gugatan Dikabulkan, Roy Suryo: Perjuangan Hukum Belum Selesai
  • OJK Gandeng KPPU, Pengawasan Industri Keuangan Hadapi Era Digital
  • Rhenald Kasali: Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Perlu Dijaga agar Tak Ganggu Ekosistem Bisnis
  • Video: Kesaksian Haru Dosen PNS di MK: Tak Sempat Beri Gaji Pertama untuk Orang Tua
  • Telkom Perkuat Talenta Digital melalui Kolaborasi Telkom University dan NUS
  • Alasan Kolombia Lebih Favorit Menang Saat Bentrok dengan Swiss
  • BEI Kaji Revisi Papan Pemantauan Khusus, Bursa Ingin Likuiditas Lebih Berkualitas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Rhenald Kasali: Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Perlu Dijaga agar Tak Ganggu Ekosistem Bisnis

Rhenald Kasali: Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Perlu Dijaga agar Tak Ganggu Ekosistem Bisnis

Nasional Galuh Parantri07 Juli 2026 / 16:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id)- Kebijakan pemerintah yang menetapkan potongan aplikasi ojek online (ojol) maksimal 8 persen disambut positif oleh banyak mitra pengemudi. Kebijakan yang berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh 1 Mei itu dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan driver.

Namun, Guru Besar bidang Manajemen, Universitas Indonesia, Rhenald Kasali mengingatkan bahwa implementasinya perlu dikawal agar tidak mengganggu keberlanjutan ekosistem transportasi online.

Melalui video yang diunggah di media sosialnya, Rhenald mengatakan kebijakan tersebut tidak bisa dilihat secara sederhana. “Kedengarannya bagus, tetapi market tidak bekerja secara linier,” ujarnya, dikutip dari Instagram @rhenald.kasali, Selasa (7/7).

Menurutnya, jika sebelumnya aplikator dapat menjalankan bisnis dengan potongan 20 persen, maka penurunan menjadi 8 persen harus diimbangi dengan model bisnis yang tetap sehat bagi seluruh pihak.

la mempertanyakan bagaimana keberlangsungan usaha aplikator jika tarif kepada konsumen tidak berubah, sementara pendapatan perusahaan berkurang.

Di sisi lain, aplikator juga memiliki kewajiban menjaga kepercayaan investor sekaligus mengembangkan lini bisnis lain, seperti layanan pengantaran makanan, logistik, hingga layanan keuangan digital untuk menopang pertumbuhan perusahaan.

Rhenald menegaskan bahwa layanan transportasi online telah menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia. Menurutnya, pengemudi ojol merupakan mitra yang tidak memperoleh gaji maupun pesangon sehingga keberlangsungan ekosistem ini harus dijaga. “Ojol itu adalah solusi dan penyelamat, baik bagi pengguna maupun para pelaku ekonomi,” katanya.

la juga mengingatkan kondisi ekonomi nasional yang menurut sejumlah ekonom masih berbentuk huruf K. Sebagian kecil kelompok masyarakat mengalami peningkatan kesejahteraan, tetapi mayoritas justru menghadapi penurunan daya beli. Apabila kebijakan baru memicu kenaikan tarif layanan, dikhawatirkan jumlah konsumen akan menurun dan pada akhirnya berdampak terhadap seluruh pelaku dalam ekosistem transportasi online.

Baca Juga  Rhenald Kasali: Bisnis 2026 Digerakkan AI, Emosi Publik, dan Generasi yang Menolak Kantor

Karena itu, Rhenald menilai regulasi tidak boleh berhenti pada penetapan aturan semata. “Regulasi sejatinya bukanlah finish line, tetapi starting point,” ujarnya. Pemerintah, menurutnya, perlu terus memantau implementasi kebijakan agar tidak sekadar memindahkan beban dari satu pihak kepada pihak lain, melainkan memastikan setiap pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan yang wajar.

la juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan bertumbuh.

Berdasarkan riset industri yang dikutipnya, transportasi online telah memberikan kontribusi sekitar Rp565 triliun atau setara 2,37 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Karena itu, keseimbangan antara kesejahteraan mitra pengemudi, daya beli konsumen, dan keberlanjutan bisnis aplikator dinilai menjadi kunci agar industri ini terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Platform perlu dijaga keberlangsungannya karena ini berimpak pada jutaan orang,” pungkasnya.

PDB Indonesia potongan aplikasi ojol 8 persen regulasi ojol Rhenald Kasali
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Kesaksian Haru Dosen PNS di MK: Tak Sempat Beri Gaji Pertama untuk Orang Tua
Next Article OJK Gandeng KPPU, Pengawasan Industri Keuangan Hadapi Era Digital

Berita Lainnya

Video: Kesaksian Haru Dosen PNS di MK: Tak Sempat Beri Gaji Pertama untuk Orang Tua

07 Juli 2026 / 16:00 WIB

Telkom Perkuat Talenta Digital melalui Kolaborasi Telkom University dan NUS

07 Juli 2026 / 15:06 WIB

Kepala BGN Nanik Sudaryati dan Wakilnya Datangi KPK

07 Juli 2026 / 12:22 WIB

Samsat Keliling Jabodetabek Beroperasi 7 Juli 2026, Manfaatkan Layanan di 14 Titik

07 Juli 2026 / 09:11 WIB

Perpanjang SIM Lebih Mudah, Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta 7 Juli 2026

07 Juli 2026 / 09:05 WIB

Terima Masukan Masyarakat, Pelatihan SPPI Disempurnakan Lebih Humanis

07 Juli 2026 / 07:19 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Menteri Teuku Riefky Siap Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Ekraf Kota Solo

Deba Salamah04 Januari 2026 / 16:57 WIB

Tim Hukum Jokowi Tegaskan Pokok Perkara Roy Suryo Tetap Lanjut

07 Juli 2026 / 18:11 WIB

Sebagian Gugatan Dikabulkan, Roy Suryo: Perjuangan Hukum Belum Selesai

07 Juli 2026 / 17:15 WIB

OJK Gandeng KPPU, Pengawasan Industri Keuangan Hadapi Era Digital

07 Juli 2026 / 16:48 WIB

Rhenald Kasali: Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Perlu Dijaga agar Tak Ganggu Ekosistem Bisnis

07 Juli 2026 / 16:16 WIB

Video: Kesaksian Haru Dosen PNS di MK: Tak Sempat Beri Gaji Pertama untuk Orang Tua

07 Juli 2026 / 16:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.