Jakarta (tutur.co.id) — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan menggelar pertemuan tertutup dengan para elite bisnis global dalam kunjungannya ke Davos, Swiss, pada Rabu (21/1/2026). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Trump menghadiri rangkaian pertemuan World Economic Forum (WEF) 2026.
Mengutip sumber Reuters, Selasa (20/1/2026), sejumlah pimpinan perusahaan global, termasuk CEO dari sektor jasa keuangan, kripto, dan konsultasi, telah diundang untuk menghadiri resepsi yang digelar usai pidato Trump di forum ekonomi tahunan tersebut.
Salah satu sumber menyebutkan undangan tersebut berasal langsung dari Gedung Putih dan tidak terbatas hanya bagi pelaku usaha asal Amerika Serikat. Namun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai agenda maupun isu utama yang akan dibahas dalam jamuan tersebut.
“Trump diperkirakan tiba di resor Swiss pada hari Rabu, di mana ia dijadwalkan untuk menyampaikan pidato khusus,” tulis Reuters dalam laporannya.
Sejumlah pejabat tinggi AS juga dikabarkan akan mendampingi Trump selama kunjungan ke Davos, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent. Selain menghadiri forum WEF, Trump disebut-sebut berpeluang menggelar konferensi pers pada Senin sore waktu setempat.
Di sisi lain, penyelenggara WEF menyatakan lebih dari 3.000 delegasi dari lebih dari 130 negara akan hadir pada perhelatan tahun ini. Peserta mencakup 64 kepala negara dan pemerintahan, terutama dari negara-negara berkembang, serta sejumlah pemimpin negara anggota G7. Salah satu fokus utama pertemuan adalah arah perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.
Dari sisi geopolitik, Reuters juga melaporkan bahwa utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Davos dan mengadakan pertemuan dengan anggota delegasi AS. Informasi tersebut disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui agenda tersebut dengan syarat anonim.
Selain itu, para penasihat keamanan nasional dari sejumlah negara dilaporkan akan menggelar pertemuan di sela-sela WEF. Seorang sumber diplomatik Eropa menyebutkan bahwa isu Greenland menjadi salah satu topik utama yang akan dibahas.
Menurut diplomat Eropa tersebut, isu Greenland secara sengaja dimasukkan ke dalam agenda pertemuan yang telah dijadwalkan sebelumnya. Langkah itu menyusul pernyataan Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap delapan negara Eropa, sehingga memicu kekhawatiran eskalasi tensi perdagangan dan geopolitik lintas kawasan.

