Washington DC (Tutur.co.id) – Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan pasukan tambahan sebanyak 10 ribu personel untuk mendukung Operasi Epic Fury di Timur Tengah. Sehingga jika ditotal pasukan Amerika Serikat yang diterjunkan langsung sebanyak 1.500 personel.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya tak begitu yakin dengan jalur mediasi yang ia gembar-gemborkan dalam beberapa hari terakhir. Termasuk untuk tak menyerang Iran dalam tenggat 10 hari hingga 6 April mendatang untuk membuka perundingan.
Trump telah berulang kali menyatakan bahwa ia bermaksud untuk membuka Selat Hormuz, dengan atau tanpa dukungan sekutu AS.
“Semua pengumuman mengenai pengerahan pasukan akan datang dari Departemen Perang. Presiden Trump selalu memiliki opsi militer di atas kertas,” kata Anna Kelly, wakil sekretaris pers Gedung Putih dilansir dari The Wall Street Journal, Jumat 27 Maret 2026.
Tentunya penambahan pasukan ini akan semakin ditanggapi Teheran sebagai bentuk ketidakseriusan AS. Sebelumnya Iran sendiri memang menanggapi dingin rencana Trump untuk bernegosiasi.
Para pejabat Departemen Pertahanan AS yang mengetahui perencanaan tersebut mengatakan bahwa potensi pengerahan tersebut akan mencakup unit infanteri dan kendaraan lapis baja. Pasukan tambahan tersebut akan bergabung dengan sekitar 5.000 Marinir dan ribuan pasukan terjun payung dari Divisi ke-82 Lintas Udara yang lebih dulu diterjunkan ke wilayah tersebut.
Masih belum jelas di mana pasukan tersebut akan ditempatkan, tetapi para pejabat mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan ditempatkan dalam jangkauan operasional Iran dan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama di lepas pantai negara tersebut.

