Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan technical rebound pada perdagangan Selasa (7/7/2026) dengan peluang menguji level psikologis 6.000. Di tengah prospek penguatan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan yang dinilai menarik untuk dikoleksi, yakni BUVA, INDY, dan AKRA.
Dalam riset pagi, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 5.735-6.000. Arah pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh rilis data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$145 miliar, serta publikasi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
“Kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing. Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan technical rebound selama bertahan di atas support 5.735, dengan target menguji resistance psikologis 6.000,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, dengan indeks Dow Jones naik 1,12%, Nasdaq menguat 0,72%, dan S&P 500 bertambah 0,29%.
Memanfaatkan momentum tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan akumulasi saham BUVA dengan target harga Rp910-Rp965, INDY dengan target Rp2.070-Rp2.120, serta AKRA yang diproyeksikan menuju Rp1.330-Rp1.370.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916. Meski indeks menguat, investor asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp190,91 miliar.
Aksi jual terbesar investor asing terjadi pada saham BMRI senilai Rp85,96 miliar, disusul MAPI sebesar Rp82,73 miliar, dan AMMN senilai Rp78,10 miliar.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor. Sektor konsumer primer memimpin kenaikan dengan penguatan 1,26%, diikuti sektor energi dan teknologi yang masing-masing naik 0,92%. Sektor keuangan menguat 0,56%, material dasar naik 0,51%, sedangkan sektor industri bertambah 0,30%. Sektor lainnya ditutup melemah tipis.
Di jajaran saham, sejumlah emiten mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh auto reject atas (ARA). Saham LAPD melesat 34,48% menjadi Rp78, NTBK naik 34% menjadi Rp67, YUPI menguat 24,90% menjadi Rp1.530, dan SKBM melonjak 24,42% menjadi Rp535.
Sementara itu, meski tidak menyentuh batas ARA, saham BELL berhasil melambung 27,08% menjadi Rp122, sedangkan ERTX menguat 21,97% ke level Rp161.

