Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada awal pekan dan berpeluang menguji area 5.900-6.000. Di tengah membaiknya sentimen pasar, investor disarankan mencermati enam saham potensial yang dinilai memiliki peluang cuan pada perdagangan Senin (6/7/2026), mulai dari TLKM hingga BBCA.
Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG ditutup melonjak 131,2 poin atau 2,28 persen ke level 5.875,7. Penguatan tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga berakhir di zona hijau.
Phintraco Sekuritas menilai sentimen positif dipicu meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menunda kenaikan suku bunga setelah data nonfarm payrolls dirilis lebih rendah dari perkiraan. Selain itu, penurunan harga minyak mentah dan rebound harga emas turut menopang optimisme pelaku pasar.
“Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Indikator MACD dan stochastic RSI membentuk golden cross, sehingga IHSG berpotensi menguji level 5.900-6.000 pada pekan depan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Meski menguat pada akhir pekan, secara akumulatif IHSG masih terkoreksi 0,35 persen dalam sepekan, dari level 5.896,1 menjadi 5.875,7.
Nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turun tipis sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rp15 triliun dalam sepekan.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan enam saham yang layak dicermati untuk strategi trading buy pada awal pekan, yakni TLKM, BBCA, BBNI, BBTN, UNTR, dan INDF.
Untuk saham TLKM, investor disarankan melakukan trading buy pada kisaran Rp2.480-Rp2.520 dengan target harga Rp2.550. Level support berada di Rp2.480 dan resistance di Rp2.550, sementara stop loss ditempatkan di Rp2.410.
Pada saham BBCA, area beli berada di kisaran Rp5.925-Rp6.050 dengan target harga Rp6.175. Support berada di Rp5.925, resistance Rp6.175, dan stop loss di Rp5.675.
Saham BBNI direkomendasikan dibeli pada rentang Rp3.210-Rp3.250 dengan target harga Rp3.290. Support berada di Rp3.210 dan stop loss di Rp3.130.
Untuk BBTN, investor dapat melakukan akumulasi pada kisaran Rp1.110-Rp1.160 dengan target harga Rp1.185. Level stop loss berada di Rp1.035.
Selanjutnya, saham UNTR direkomendasikan dibeli pada rentang Rp23.100-Rp24.000 dengan target harga Rp24.600 dan stop loss di Rp21.600.
Adapun saham INDF layak dicermati pada kisaran Rp6.850-Rp6.925 dengan target harga Rp6.975. Support berada di Rp6.850, sedangkan stop loss ditempatkan di Rp6.725.

