Philadelphia (Tutur.co.id) – Paraguay akan kembali menghadapi ujian terberatnya saat berjumpa Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (5/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara, sementara Paraguay berstatus kuda hitam setelah menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Jerman di babak 32 besar.
Kemenangan atas Jerman menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase gugur Piala Dunia era modern. Sebelum turnamen dimulai, Jerman berada di peringkat ke-10 FIFA, sedangkan Paraguay menghuni posisi ke-41. Selisih 31 peringkat tersebut menjadi salah satu gap terbesar yang berhasil dipatahkan dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak 1994.
Kejutan sensasional yang berhasil diciptakan Paraguay saat menyingkirkan Jerman memang membuktikan mereka layak disebut sebagai kuda hitam Piala Dunia 2026. Namun, menghadapi Prancis menghadirkan tantangan yang jauh berbeda. Les Bleus datang dengan segala kelebihannya yang membuat mereka mampu menjaga intensitas permainan sepanjang laga.
Sepak bola memang kerap menghadirkan kejutan, tetapi tidak setiap cerita indah akan terulang. Pada akhirnya, pertandingan di level tertinggi lebih sering ditentukan oleh konsistensi, kualitas individu, dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang. Paraguay diyakini tetap mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi jika Prancis bermain sesuai kapasitas terbaiknya, kejutan besar seperti saat menumbangkan Jerman tampaknya akan sulit terulang di Philadelphia.
Paraguay Datang dengan Modal Mental Besar
Keberhasilan menyingkirkan Jerman menjadi bukti perkembangan pesat Paraguay di bawah asuhan Gustavo Alfaro. Setelah dipermalukan Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka fase grup, La Albirroja bangkit dan tampil semakin solid.
Organisasi pertahanan yang disiplin, kerja sama antarlini, serta semangat juang tinggi menjadi identitas baru Paraguay sepanjang turnamen. Tim ini mampu bertahan di bawah tekanan, menunggu momen yang tepat, lalu menghukum lawan melalui efektivitas serangan balik maupun adu penalti.
Sejak Alfaro menangani tim pada Agustus 2024, Paraguay hanya sekali menelan kekalahan dalam 12 pertandingan Kualifikasi Piala Dunia. Secara keseluruhan, mereka juga hanya kalah lima kali dalam 23 laga internasional terakhir dengan catatan 10 kemenangan dan delapan hasil imbang.
Melawan Prancis, Paraguay diperkirakan kembali mengandalkan blok pertahanan rendah, mempersempit ruang di lini tengah, serta memanfaatkan bola mati sebagai salah satu senjata utama. Dalam pertandingan menghadapi tim besar, efektivitas setiap peluang akan menjadi faktor yang sangat menentukan.
Prancis Unggul di Semua Lini
Meski Paraguay tengah menikmati momentum positif, Prancis tetap menjadi favorit kuat untuk lolos ke perempat final. Les Bleus memiliki kualitas individu yang lebih baik, kedalaman skuad yang luar biasa, serta pengalaman panjang menghadapi tekanan di fase gugur.
Tim asuhan Didier Deschamps menjadi salah satu dari tiga tim—bersama Argentina dan Meksiko—yang selalu meraih kemenangan hingga babak 16 besar. Mereka juga tampil sebagai tim tersubur sepanjang turnamen dengan koleksi 12 gol dari empat pertandingan.
Ketajaman lini depan Prancis ditopang oleh kombinasi Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola. Keempatnya kembali menunjukkan kualitas saat mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar, dengan Mbappe mencetak dua gol.
Prancis diperkirakan akan menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Mereka akan berusaha menekan Paraguay melalui penguasaan bola, eksploitasi sisi lapangan, serta pergerakan cepat para penyerangnya.
Gol cepat bisa menjadi kunci kemenangan Les Bleus. Jika mampu unggul lebih dahulu, Paraguay dipaksa keluar dari pola bertahan yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka, sehingga ruang serangan Prancis akan semakin terbuka.
Duel Tempo Akan Menentukan Jalannya Laga
Pertarungan ini diprediksi ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan tempo permainan.
Prancis akan berusaha memainkan sepak bola berintensitas tinggi, mempercepat sirkulasi bola, dan terus memberi tekanan ke pertahanan Paraguay. Sebaliknya, Paraguay akan mencoba memperlambat ritme pertandingan, memutus aliran bola lawan, serta menjaga organisasi pertahanan tetap rapat.
Apabila Paraguay mampu mempertahankan skor imbang hingga memasuki babak kedua, tekanan psikologis bisa mulai beralih kepada Prancis. Strategi serupa terbukti berhasil saat mereka memaksa Jerman bermain hingga babak adu penalti.
Namun apabila Les Bleus mampu mencetak gol sejak awal pertandingan, misi Paraguay untuk menciptakan kejutan dipastikan akan jauh lebih berat.
Rekor Pertemuan Masih Milik Prancis
Sejarah juga berpihak kepada Prancis. Dari lima pertemuan sebelumnya, Paraguay belum pernah sekalipun meraih kemenangan dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
La Albirroja juga masih menyimpan kenangan pahit saat disingkirkan Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 lewat gol emas Laurent Blanc pada menit ke-114.
Selain itu, performa Prancis dalam beberapa tahun terakhir sangat konsisten. Sebagai tim peringkat satu dunia FIFA, Les Bleus memenangkan sembilan dari 10 pertandingan internasional terakhir serta mencatatkan 15 kemenangan dari 18 pertandingan Piala Dunia sejak menjadi juara pada edisi 2018.
Pelatih Didier Deschamps pun mengukir rekor sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia, yakni 18 kemenangan.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Paraguay kemungkinan masih belum diperkuat bek tengah Omar Alderete yang belum pulih dari cedera lutut. Jose Canale diperkirakan kembali mengisi lini belakang bersama Gustavo Gomez.
Diego Gomez dapat kembali bermain setelah menjalani hukuman akumulasi kartu, sedangkan Miguel Almiron, Julio Enciso, dan Gabriel Avalos tetap menjadi andalan di lini depan.
Di kubu Prancis, Marcus Thuram masih diragukan tampil karena cedera betis. Namun selain itu, Didier Deschamps memiliki seluruh pemain inti dalam kondisi siap bertanding.
Mbappe kembali menjadi tumpuan utama setelah mengoleksi 18 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia dan hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi di daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Sementara itu, Michael Olise berpeluang mencatat sejarah baru. Ia telah membukukan lima assist di Piala Dunia 2026 dan hanya membutuhkan satu assist lagi untuk menyamai rekor Pele sebagai pemain dengan assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Prediksi Susunan Pemain
Paraguay (4-3-3): Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Matias Galarza, Andres Cubas, Diego Gomez; Miguel Almiron, Gabriel Avalos, Julio Enciso.
Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Aurelien Tchouameni, Adrien Rabiot; Ousmane Dembele, Michael Olise, Bradley Barcola; Kylian Mbappe.
Prediksi Paraguay vs Prancis
Paraguay telah membuktikan diri sebagai salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026. Disiplin bertahan, semangat pantang menyerah, dan mental kuat membuat mereka mampu menumbangkan Jerman.
Namun menghadapi Prancis merupakan tantangan yang berbeda. Les Bleus memiliki kualitas individu, kedalaman skuad, dan produktivitas lini depan yang jauh lebih komplet. Kreativitas Michael Olise, kecepatan Dembele dan Barcola, serta ketajaman Mbappe diprediksi menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Paraguay diyakini akan memberikan perlawanan sengit, tetapi jika Prancis mampu menjaga efektivitas serangan dan mencetak gol lebih dulu, Les Bleus berpeluang besar mengamankan tiket ke perempat final.
Prediksi skor: Paraguay 0-2 Prancis.

