Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi menguji level psikologis 5.500 seiring masih lemahnya indikator teknikal dan tingginya sentimen yang membayangi pasar.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran support 5.500, pivot 5.700, dan resistance 5.800.
“IHSG hari ini diperkirakan menguji level 5.500,” tulis Phintraco Sekuritas dalam riset yang dikutip Kamis (2/7/2026).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 3,05% ke level 5.643,19. Koreksi terjadi di seluruh sektor, dengan pelemahan terdalam dialami sektor basic materials yang turun 5,54%.
Dari sisi indikator, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) positif mulai menyempit dan berpotensi membentuk death cross, sementara stochastic RSI berada di area pivot dan masih bergerak turun. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.
Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis hari ini.
Berdasarkan konsensus pasar, inflasi Indonesia pada Juni 2026 diperkirakan meningkat menjadi 0,29% secara bulanan (month-to-month/MtM) dan 3,20% secara tahunan (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 0,28% MtM dan 3,08% YoY.
Phintraco Sekuritas menilai kenaikan inflasi dipengaruhi oleh penyesuaian harga Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan naik tipis menjadi 2,60% YoY dari 2,59% YoY pada bulan sebelumnya.
Pasar juga akan menanti data neraca perdagangan Indonesia. Konsensus memperkirakan surplus perdagangan pada Mei 2026 meningkat menjadi US$1,1 miliar, dibandingkan US$90 juta pada April 2026. Pada periode yang sama, ekspor diproyeksikan tumbuh 4% YoY, sedangkan impor meningkat 18% YoY.
Di sisi kebijakan fiskal, Phintraco Sekuritas menilai rencana pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II/2026 berpotensi menjadi katalis positif bagi perekonomian.
Paket stimulus tersebut antara lain mencakup diskon tarif kereta api dan kapal Pelni sebesar 30% selama periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk transportasi penyeberangan, bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat sepanjang Juli–September 2026, hingga pembukaan program magang nasional.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik, serta tarif khusus PPh Final 1,5% bagi penulis.
Di tengah potensi volatilitas pasar, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor mencermati lima saham yang dinilai menarik untuk dipantau, yakni WIFI, CPIN, CMRY, PGEO, dan DATA.

