Jakarta (tutur.co.id) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam tren bearish pada perdagangan Rabu (1/7/2026), di tengah sentimen domestik dan global yang berpotensi memengaruhi arah pasar. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dikoleksi, yakni HMSP, ARTO, dan CPIN.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 5.734-6.100. Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati rilis data S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan. Sementara itu, dari eksternal, perhatian investor tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed.
“Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dan diperkirakan cenderung kembali tertekan dengan support 5.560 dan resistance 5.735. Selama belum mampu kembali ke atas area resistance, tekanan jual diperkirakan mendominasi,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
Meski demikian, sentimen positif datang dari bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks Dow Jones menguat 0,26%, S&P 500 naik 0,79%, sedangkan Nasdaq melonjak 1,52%.
Di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan investor mencermati tiga saham berikut:
HMSP dengan target harga Rp675-Rp695.
ARTO dengan target harga Rp985-Rp1.015.
CPIN dengan target harga Rp3.440-Rp3.510.
Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG ditutup merosot 177,6 poin atau 3,05% ke level 5.643, menjadi salah satu pelemahan harian terdalam sepanjang tahun ini. Tekanan jual investor asing juga masih berlanjut dengan net sell sebesar Rp1,04 triliun, sehingga total penjualan bersih asing sepanjang semester I/2026 mencapai Rp73,60 triliun.
Pelemahan indeks dipicu oleh koreksi yang terjadi di seluruh sektor. Sektor material dasar memimpin penurunan dengan pelemahan 5,54%, diikuti sektor energi 3,51%, sektor konsumer primer 2,79%, sektor properti 2,68%, sektor infrastruktur 2,22%, dan sektor keuangan 1,89%.
Tekanan terhadap IHSG juga berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Selain itu, saham-saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu turut mengalami tekanan, antara lain BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan CDIA. Pelemahan juga terjadi pada saham-saham sektor emas dan pertambangan, seperti EMAS, AMMN, dan BRMS.
Di tengah koreksi tajam IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PEGE melesat 34,29% ke level Rp141, disusul AYLS yang naik 27,54% menjadi Rp176, BOBA menguat 21,95% ke Rp300, ESTA naik 19,54% menjadi Rp208, serta ELPI bertambah 15,56% ke level Rp1.300.

