Jakarta (tutur.co.id)- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat tata kelola perusahaan dan budaya kepatuhan sebagai fondasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah transformasi industri digital. Upaya tersebut dilakukan melalui Executive Session bertajuk Navigating Legal Risk in Corporate Decision Making yang diikuti jajaran pimpinan dan fungsi strategis perusahaan.
Forum ini menjadi sarana bagi para pengambil keputusan untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan regulasi, Business Judgment Rule (BJR), serta strategi mitigasi risiko hukum agar setiap kebijakan perusahaan tetap sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Direktur Legal & Compliance Telkom, Andy Kelana, mengatakan transformasi bisnis harus diiringi dengan penguatan budaya kepatuhan dan tata kelola yang adaptif. Menurutnya, setiap keputusan strategis perlu didasarkan pada prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
“Pemahaman atas KUHP dan KUHAP yang baru harus disertai dengan shared understanding yang kuat agar transformasi perusahaan berjalan beriringan dengan kepatuhan hukum dan penguatan tata kelola. Kami ingin membangun kesamaan perspektif agar setiap kebijakan strategis memiliki landasan hukum yang kuat, proses yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang komprehensif,” ujar Andy.
Dalam sesi utama, Wakil Menteri Hukum RI Prof. Dr. Eddy O.S. Hiariej memaparkan materi mengenai harmonisasi regulasi pidana korporasi dan implementasi Business Judgment Rule dalam KUHP dan KUHAP baru. Pembahasan mencakup perkembangan regulasi pidana korporasi, batas pertanggungjawaban direksi, konsep mens rea, hingga pentingnya tata kelola, dokumentasi keputusan, dan pengawasan internal sebagai mitigasi risiko hukum.
Sementara itu, praktisi hukum Nien Rafles Siregar membahas strategi direksi dalam menghadapi restrukturisasi perusahaan, Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), dan kepailitan korporasi. Materi tersebut menyoroti penerapan Business Judgment Rule, praktik tata kelola perusahaan yang baik, serta berbagai pembelajaran dari penanganan perkara korporasi.
Executive Session ini menjadi bagian dari komitmen Telkom membangun budaya continuous learning sekaligus memperkuat implementasi Good Corporate Governance. Dengan penguatan kapabilitas para pengambil keputusan, Telkom berharap dapat menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah transformasi industri digital.

