Jakarta (tutur.co.id)- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menargetkan kinerja keuangan dan operasional yang stabil sepanjang 2026 di tengah dinamika ekonomi dan tantangan global. Strategi tersebut dilakukan melalui optimalisasi biaya, peningkatan efisiensi, penguatan operasional, serta perluasan pangsa pasar layanan keagenan. Keterangan tertulis yang diterima redaksi Tutur menyebutkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan perusahaan akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan. PTK yang merupakan anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina saat ini memiliki empat lini bisnis utama, yakni penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan pelayaran.
Direktur Operasional PTK Yudi Wibisono menjelaskan, meningkatnya kebutuhan logistik pada 2026 menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh lini bisnis. Salah satu fokus utama adalah pengembangan layanan keagenan yang tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga kapal-kapal non-Pertamina yang beroperasi di dalam maupun luar negeri sesuai regulasi otoritas setempat.
Di sisi lain, PTK terus memperkuat keandalan operasional dan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, serta lingkungan (HSSE). Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa mengatakan perusahaan menjalankan program Vision Zero sejak 2025 yang menargetkan zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan sekaligus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan mitra kerja.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui dukungan terhadap target net zero emission (NZE) pemerintah. Sepanjang 2025, PTK berhasil menurunkan emisi sebesar 66.721 ton CO2e. Direktur Armada PTK Dewi Susanti menjelaskan pencapaian tersebut berasal dari implementasi Green Energy Program, termasuk penggunaan bahan bakar rendah karbon seperti dual fuel LNG, panel surya, baterai sebagai alternatif generator, serta berbagai inisiatif efisiensi energi dan optimalisasi operasional yang lebih ramah lingkungan.
Kinerja operasional dan keuangan PTK pada 2025 turut menunjukkan hasil positif. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perusahaan berhasil menjaga keandalan 370 armada dengan fleet commercial days mencapai 358,52 hari. Commission Days tercatat 120.118 hari dan Commercial Days sebesar 119.390 hari. Dari sisi keuangan, PTK membukukan laba bersih Rp1,32 triliun atau meningkat 23 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp1,07 triliun.

