Jakarta (tutur.co.id) – Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi rupiah. Menurutnya, kekhawatiran terhadap pergerakan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan investor dalam menempatkan dananya pada instrumen tersebut.
Wijayanto menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan strategi pembiayaan pemerintah. Ia menyebut berkurangnya minat terhadap SBN rupiah dapat mendorong pemerintah mencari alternatif pendanaan melalui penerbitan surat utang di pasar internasional. Menurutnya, faktor kepercayaan investor terhadap stabilitas nilai tukar menjadi aspek penting dalam menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.
