Los Angeles (Tutur.co.id) – Belgia kembali gagal meraih kemenangan di Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Iran pada laga kedua Grup G, Senin (22/6/2026) pagi WIB.
Meski tampil dominan dan terus menekan sepanjang pertandingan, Setan Merah Eropa tetap tidak mampu membobol gawang Iran. Belgia melepaskan 22 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang, tetapi tak satu pun berhasil berbuah gol.
Hasil ini membuat Belgia dan Iran sama-sama mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Namun, sorotan utama justru tertuju pada krisis produktivitas Belgia yang semakin mengkhawatirkan.
Berikut sejumlah fakta menarik dan statistik dari duel Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026.
1. Iran Turunkan Starting XI Tertua dalam Sejarah Modern Piala Dunia
Iran mencatatkan rekor unik dengan menurunkan susunan pemain inti yang memiliki rata-rata usia 32 tahun 181 hari. Catatan tersebut menjadi yang tertua dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak data usia pemain mulai dikumpulkan secara resmi pada edisi 1966.
Meski dihuni pemain-pemain senior, Team Melli mampu menunjukkan kedisiplinan tinggi untuk meredam serangan Belgia sepanjang pertandingan.
2. Belgia Pecahkan Rekor Tembakan di Babak Pertama
Dominasi Belgia sudah terlihat sejak awal laga. Pada babak pertama saja, Belgia melepaskan 11 tembakan, seluruhnya berasal dari dalam kotak penalti.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam sejarah Piala Dunia untuk satu tim pada babak pertama tanpa mencetak gol. Statistik itu menggambarkan betapa agresifnya serangan Belgia sekaligus menunjukkan buruknya efektivitas penyelesaian akhir mereka.
3. Sudah 38 Tembakan, Belgia Masih Nol Gol
Krisis lini depan Belgia semakin terlihat setelah dua pertandingan di Piala Dunia 2026. Hingga laga melawan Iran berakhir, Belgia telah mencatatkan total 38 tembakan sepanjang turnamen. Namun, tidak satu pun yang berhasil menggetarkan jala lawan.
Situasi ini menjadikan Belgia sebagai salah satu tim dengan produktivitas terburuk dibanding jumlah peluang yang mereka ciptakan.
4. Rekor Mandul Belgia Semakin Panjang
Laga melawan Iran memperpanjang catatan buruk Belgia di depan gawang lawan. Khusus dalam pertandingan ini, mereka mencatatkan 23 tembakan tanpa gol. Secara keseluruhan, Belgia kini telah melepaskan 69 tembakan sejak terakhir kali mencetak gol di ajang Piala Dunia.
Gol terakhir Belgia di turnamen ini tercipta melalui Michy Batshuayi saat menghadapi Kanada pada Piala Dunia 2022. Sejak saat itu, Setan Merah Eropa seperti kehilangan sentuhan tajam di lini depan.
5. Nathan Ngoy Cetak Rekor Kartu Merah
Petaka Belgia bertambah setelah Nathan Ngoy harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu merah. Bek berusia 23 tahun tersebut menjadi pemain termuda yang menerima kartu merah di Piala Dunia sejak tahun 2014.
Kehilangan satu pemain membuat Belgia semakin kesulitan mencari gol kemenangan pada menit-menit akhir pertandingan.
6. Tren Buruk Belgia Berlanjut di Piala Dunia
Hasil imbang melawan Iran membuat Belgia kini tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir di ajang Piala Dunia. Catatan tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan performa mereka sebelum turnamen dimulai.
Dalam satu tahun terakhir sebelum Piala Dunia 2026, Belgia tidak pernah menelan kekalahan dan tampil cukup meyakinkan di berbagai kompetisi. Namun, performa impresif itu belum mampu mereka bawa ke panggung terbesar sepak bola dunia.
7. Laga Hidup-Mati Menanti Belgia
Kegagalan meraih kemenangan atas Iran membuat peluang Belgia lolos ke babak gugur menjadi semakin rumit. Kevin De Bruyne dan kolega kini wajib mengalahkan Selandia Baru pada pertandingan terakhir Grup G jika ingin menjaga asa melaju ke fase 16 besar.
Kegagalan meraih tiga poin berpotensi mengakhiri perjalanan Belgia lebih cepat dan menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Krisis Gol Jadi Ancaman Serius Belgia
Jika melihat statistik yang ada, masalah utama Belgia bukanlah kemampuan menciptakan peluang, melainkan efektivitas dalam penyelesaian akhir.
Puluhan tembakan yang gagal menjadi gol menunjukkan bahwa Setan Merah Eropa sedang mengalami krisis ketajaman yang serius. Jika masalah tersebut tidak segera diatasi, Belgia berisiko menjadi salah satu tim unggulan yang tersingkir secara prematur dari Piala Dunia 2026.

