Kepulauan Seribu (tutur.co.id)- PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melakukan transplantasi 300 fragmen karang serta konservasi 40 ikan nemo dan 40 anemon laut di Perairan Tanjung Elang, Pulau Pramuka, Taman Nasional Kepulauan Seribu. Kegiatan yang melibatkan puluhan Perwira PTK bersama masyarakat pesisir setempat itu merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Redaksi Tutur, program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem maritim.
VP Legal & Relations PTK Amran Reza mengatakan, pelestarian keanekaragaman hayati laut merupakan komitmen perusahaan yang sejalan dengan lini bisnis PTK di sektor kemaritiman. Menurutnya, seluruh pilar bisnis PTK beroperasi dan bersinggungan langsung dengan laut sehingga perlindungan ekosistem maritim menjadi bagian yang terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan.
“Seluruh pilar bisnis PTK beroperasi dan bersinggungan langsung dengan laut. Oleh karena itu, perlindungan marine biodiversity bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan komitmen perusahaan yang terintegrasi dengan strategi bisnis operasional PTK demi memastikan ekosistem maritim tetap aman, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Amran.
PTK juga menggandeng masyarakat pesisir dalam pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari upaya edukasi dan kolaborasi menjaga kelestarian laut. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan wisata bahari dan sektor perikanan yang menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat Pulau Pramuka.
Sebagai salah satu destinasi unggulan nasional, Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi yang bergantung pada kesehatan ekosistem laut. Keberadaan terumbu karang, ikan karang, dan anemon laut dinilai mampu menciptakan efek ganda bagi pelestarian lingkungan, peningkatan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat pesisir.
Amran menambahkan, aksi konservasi tersebut sejalan dengan komitmen PTK dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 tentang ekosistem bawah laut dan SDG 8 mengenai pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung perusahaan dalam menjalankan operasional bisnisnya.

