Liverpool (Tutur.co.id) – Liverpool dikabarkan telah mengetahui harga yang diminta RB Leipzig untuk melepas winger muda berbakat, Yan Diomande, setelah tawaran pertama mereka senilai 100 juta euro atau sekitar Rp1,9 triliun ditolak oleh klub Bundesliga tersebut.
Klub Merseyside itu terus aktif di bursa transfer musim panas guna memperkuat skuad menjelang musim pertama Andoni Iraola sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Liverpool sukses mengamankan jasa pemain sayap tim nasional Spanyol, Victor Munoz, yang didatangkan dari Osasuna.
Kehadiran Munoz sempat dianggap akan mengakhiri minat Liverpool terhadap Diomande. Namun kenyataannya, The Reds tetap menjadikan pemain internasional Pantai Gading tersebut sebagai salah satu target utama mereka pada jendela transfer kali ini.
Tawaran Liverpool Ditolak
Menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, Liverpool telah mengajukan proposal senilai 100 juta euro untuk memboyong Diomande ke Anfield. Paket penawaran tersebut terdiri dari 90 juta euro sebagai biaya transfer tetap dan tambahan 10 juta euro dalam bentuk bonus atau add-ons berdasarkan performa.
Meski demikian, RB Leipzig belum tertarik untuk melepas sang pemain. Klub Jerman itu lebih memilih mempertahankan Diomande setidaknya satu musim lagi, mengingat mereka baru merekrutnya dari klub Spanyol, Leganes, pada musim panas tahun lalu.
Karena itu, Leipzig disebut-sebut hanya akan mempertimbangkan penjualan jika ada klub yang bersedia memenuhi harga sekitar 120 juta euro.
PSG dan Klub Elite Eropa Ikut Mengincar
Leipzig juga diyakini berada dalam posisi yang sangat kuat karena tingginya minat terhadap Diomande. Selain Liverpool, juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) juga termasuk dalam daftar klub yang memantau perkembangan pemain berusia 19 tahun tersebut.
Situasi ini membuka peluang terjadinya perang penawaran yang dapat semakin meningkatkan nilai transfer sang winger dalam beberapa pekan ke depan.
Dengan banyaknya klub elite Eropa yang tertarik, Leipzig tidak memiliki tekanan untuk segera menjual pemain andalannya tersebut.
Performa Gemilang Diomande Jadi Alasan Diburu
Minat besar terhadap Diomande bukan tanpa alasan. Pada musim 2025-26, pemain asal Pantai Gading itu tampil luar biasa dengan mencetak 13 gol dan menyumbangkan sembilan assist dari 36 pertandingan di semua kompetisi.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta produktivitasnya di lini depan membuatnya menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa saat ini.
Performa impresif tersebut membuat sejumlah klub besar percaya bahwa Diomande memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu winger terbaik dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Piala Dunia 2026 Bisa Dongkrak Harga Transfer
Nilai transfer Diomande berpotensi meningkat lebih jauh berkat penampilannya di Piala Dunia 2026 bersama Pantai Gading. Sang winger sudah menunjukkan kualitasnya ketika membantu negaranya meraih kemenangan 1-0 atas Ekuador pada pertandingan pembuka fase grup.
Selanjutnya, Diomande masih memiliki kesempatan untuk tampil dalam laga melawan Jerman dan Curacao. Jika mampu mempertahankan performa terbaiknya di panggung terbesar sepak bola dunia, daya tariknya di mata klub-klub peminat dipastikan akan semakin meningkat.
Apabila Pantai Gading berhasil melaju ke fase gugur, Diomande juga akan mendapat kesempatan membuktikan kemampuannya bermain di bawah tekanan tinggi. Faktor tersebut bisa menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam negosiasi transfer musim panas ini.
Leipzig Berada di Posisi Menguntungkan
Dengan kontrak yang masih panjang, performa yang terus meningkat, serta banyaknya klub besar yang bersaing mendapatkan tanda tangannya, RB Leipzig kini berada dalam posisi ideal untuk menentukan masa depan Yan Diomande.
Liverpool memang telah menunjukkan keseriusan dengan mengajukan tawaran besar. Namun jika Leipzig tetap bertahan pada banderol €120 juta dan performa Diomande di Piala Dunia terus menanjak, The Reds kemungkinan harus mengeluarkan dana yang jauh lebih besar untuk memenangkan perburuan salah satu bintang muda paling bersinar di sepak bola Eropa saat ini.

