Mexico City (Tutur.co.id) – Uzbekistan akan menjalani salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bolanya saat menghadapi Kolombia pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) pukul 09.00 WIB. Pertandingan ini menjadi debut Uzbekistan di putaran final Piala Dunia, sementara Kolombia datang dengan ambisi besar untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Kedua tim mengincar posisi dua besar Grup K yang juga dihuni Portugal dan DR Kongo. Dengan ketatnya persaingan di grup ini, hasil positif pada laga pembuka akan sangat menentukan peluang mereka untuk melangkah ke babak gugur.
Uzbekistan Ukir Sejarah, Kini Hadapi Tantangan Besar
Setelah berkali-kali gagal di ambang kelolosan sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991, Uzbekistan akhirnya berhasil mewujudkan impian tampil di Piala Dunia.
Tim berjuluk White Wolves tampil impresif sepanjang kualifikasi zona Asia. Mereka hanya menelan satu kekalahan dari 16 pertandingan dan sukses mengamankan tiket menuju Amerika Utara.
Menariknya, pencapaian tersebut tidak membuat posisi pelatih Timur Kapadze aman. Federasi Sepak Bola Uzbekistan kemudian menunjuk legenda Italia, Fabio Cannavaro, sebagai pelatih baru. Mantan kapten Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia 2006 itu kini mendapat tugas membawa Uzbekistan bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Persiapan Uzbekistan menuju turnamen belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam dua laga uji coba terakhir, mereka kalah 0-2 dari Kanada dan takluk 1-2 dari Belanda. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Cannavaro masih memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan daya saing timnya.
Laga melawan Kolombia menjadi ujian pertama sebelum mereka menghadapi tantangan yang lebih berat kontra Portugal pada pertandingan berikutnya. Bagi hampir 40 juta penduduk Uzbekistan, pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka, melainkan momen bersejarah yang telah lama dinantikan.
Kolombia Datang dengan Ambisi Melangkah Jauh
Jika Uzbekistan baru mencicipi atmosfer Piala Dunia, Kolombia justru akan menjalani partisipasi ketujuh mereka di turnamen ini. Setelah mencapai final Copa America edisi terakhir, harapan publik Kolombia kembali meningkat. Banyak yang percaya Los Cafeteros memiliki kualitas untuk melampaui pencapaian terbaik mereka pada Piala Dunia 2014, ketika berhasil menembus perempat final sebelum dihentikan Brasil.
Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar, Kolombia bangkit dengan sangat baik pada siklus kualifikasi kali ini. Mereka finis di posisi ketiga zona CONMEBOL dan bahkan mencatat kemenangan penting 2-1 atas Brasil.
Sepanjang kualifikasi, hanya Argentina yang mampu mencetak gol lebih banyak dibanding Kolombia. Produktivitas tersebut menjadi bukti kualitas lini serang mereka yang dihuni sejumlah pemain berpengalaman.
Peringkat ke-13 dunia FIFA juga mencerminkan kekuatan tim asuhan Nestor Lorenzo. Setelah sempat menelan kekalahan beruntun dari Kroasia dan Prancis pada Maret lalu, Kolombia kembali menemukan momentum lewat kemenangan 3-1 atas Kosta Rika dan 2-0 atas Yordania dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia.
Pada kemenangan atas Yordania, Jhon Arias tampil sebagai bintang dengan memborong dua gol dan meningkatkan kepercayaan diri tim menjelang laga pembuka Grup K.
Kekuatan Utama Kedua Tim
Fabio Cannavaro diperkirakan tetap mengandalkan formasi 3-4-2-1 yang menitikberatkan pada organisasi pertahanan. Dalam skema tersebut, bek muda Manchester City, Abdukodir Khusanov, menjadi sosok kunci di lini belakang.
Selain Khusanov, Uzbekistan juga memiliki beberapa pemain berpengalaman seperti Eldor Shomurodov, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional dengan 44 gol, serta gelandang kreatif Abbosbek Fayzullaev, yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Asia 2023.
Fayzullaev mencetak empat gol selama kualifikasi Piala Dunia, sementara Shomurodov menyumbangkan lima gol dan empat assist. Namun Uzbekistan kemungkinan kehilangan gelandang senior Jaloliddin Masharipov yang masih dibekap cedera punggung.
Di kubu Kolombia, situasinya jauh lebih ideal karena hampir seluruh pemain inti berada dalam kondisi fit. Nestor Lorenzo diperkirakan akan menurunkan trio berbahaya yang terdiri dari Luis Diaz, James Rodriguez, dan Luis Suarez untuk menopang serangan.
Luis Diaz tampil luar biasa selama kualifikasi CONMEBOL dan hanya kalah produktif dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol. Sementara itu, James Rodriguez menjadi raja assist kualifikasi dengan torehan tujuh assist. Di lini tengah, kombinasi Jefferson Lerma dan Richard Rios diyakini akan menjadi motor permainan Kolombia.
Prediksi Susunan Pemain
Uzbekistan (3-4-2-1):
Yusupov; Khusanov, Abdullaev, Ashurmatov; Sayfiev, Shukurov, Mozgovoy, Nazrullaev; Fayzullaev, Urunov; Shomurodov.
Kolombia (4-2-3-1):
Vargas; Munoz, Sanchez, Lucumi, Mojica; Lerma, Rios; Arias, Rodriguez, Diaz; Suarez.
Prediksi Uzbekistan vs Kolombia
Debut di Piala Dunia sering kali menghadirkan tekanan tersendiri, dan Uzbekistan kemungkinan akan bermain lebih hati-hati dengan fokus utama menjaga organisasi pertahanan.
Di sisi lain, Kolombia memiliki pengalaman, kualitas individu, serta kedalaman skuad yang lebih baik. Kombinasi James Rodriguez dan Luis Diaz berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung ketat.
Uzbekistan diyakini mampu memberikan perlawanan sengit, tetapi pengalaman Kolombia di level internasional bisa menjadi faktor penentu.
Los Cafeteros diperkirakan mampu mengamankan tiga poin penting pada laga pembuka Grup K, meski harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan disiplin Uzbekistan.
Uzbekistan 0-2 Kolombia.

