Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah ditutup melesat 4,12% atau naik 247 poin ke level 6.254,96 pada awal pekan. Optimisme pasar didorong oleh membaiknya sentimen global, meredanya tekanan jual investor asing, serta harapan stabilitas suku bunga domestik dan Amerika Serikat.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai secara teknikal IHSG telah membentuk pola V-shape recovery, yang mengindikasikan peluang berlanjutnya tren kenaikan dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.071–5.931 dengan target resistance berada pada kisaran 6.300–6.360,” ujar Reza dalam risetnya, Selasa (16/6/2026).
Menurut Reza, momentum penguatan masih relatif solid selama indeks mampu bertahan di atas area support. Selain faktor teknikal, pasar juga akan mencermati sejumlah agenda penting yang berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.
Pelaku pasar saat ini menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,50%. Di saat yang sama, pasar global juga menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang diproyeksikan tetap menahan suku bunga acuannya.
Kombinasi kebijakan tersebut dinilai dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham Indonesia.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik global. Optimisme terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong penurunan harga minyak dunia dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Penurunan harga minyak berpotensi menekan inflasi, mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi, serta memperkuat nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut diyakini dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Sejalan dengan prospek tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati investor pada perdagangan hari ini.
Saham pertama adalah BMRI dengan rekomendasi beli pada kisaran Rp4.400-Rp4.500. Saham perbankan pelat merah ini memiliki target harga Rp4.610-Rp4.720 dengan batas stop loss di bawah Rp4.300.
Pilihan kedua adalah MDKA yang direkomendasikan beli pada rentang Rp2.650-Rp2.700. Target harga saham ini berada di kisaran Rp2.850-Rp2.940 dengan stop loss di bawah Rp2.550.
Sementara itu, saham ketiga yang direkomendasikan adalah SMIL dengan area beli Rp270-Rp276, target harga Rp284-Rp300, dan stop loss di bawah Rp265.
Di sisi lain, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki ruang penguatan yang lebih tinggi. Secara teknikal, indeks diproyeksikan berpotensi menguji area 6.476-6.577.
Meski demikian, MNC Sekuritas mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi koreksi sehat menuju area 6.136-6.216 sebagai bagian dari konsolidasi setelah reli tajam dalam beberapa hari terakhir.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan yakni ADRO, BKSL, BUMI, dan OASA.
Dengan kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri, pelaku pasar kini menantikan apakah IHSG mampu mempertahankan momentum reli dan menembus area resistance 6.300 dalam perdagangan hari ini.

