Jakarta (tutur.co.id)- PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mempercepat langkah menuju fase operasi penuh proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe setelah mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Kamis (11/6).
Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengapresiasi kemajuan signifikan yang dicapai KPB, baik dari sisi keuangan maupun penyelesaian proyek. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan RDMP Balikpapan dapat beroperasi secara stabil dan berkelanjutan guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Sepanjang 2025, KPB menuntaskan sejumlah tonggak penting proyek RDMP Balikpapan. Di antaranya, penyelesaian first loading catalyst Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), keberhasilan uji kapasitas Crude Distillation Unit (CDU) IV pascarevamp hingga 300 ribu barel per hari, serta beroperasinya unit Saturated LPG Treating dengan produk yang telah memenuhi spesifikasi.
Selain itu, proyek Lawe-Lawe juga mencatat kemajuan melalui commissioning Single Point Mooring (SPM) yang mampu melayani kapal tanker kelas Very Large Crude Carrier (VLCC) hingga 320.000 DWT. Fasilitas tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengisian tangki crude baru dan transfer minyak mentah perdana melalui jalur pasokan baru menuju Kilang Balikpapan.
Direktur Utama PT KPB, Bambang Harimurti, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk memasuki fase operasi penuh kilang. Ia menegaskan, fokus perusahaan pada 2026 adalah memastikan operasional RFCC dan unit-unit prioritas berjalan secara aman, andal, dan optimal. RDMP Balikpapan sendiri merupakan proyek strategis nasional yang ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, menaikkan Nelson Complexity Index dari 3,7 menjadi 8,0, serta menghasilkan bahan bakar berstandar Euro V.
Tak hanya mencatat kemajuan operasional, KPB juga memperoleh sejumlah penghargaan di bidang keselamatan kerja, efisiensi energi, ESG, dan pengembangan sumber daya manusia. Perusahaan turut menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan, mulai dari pelatihan bagi penyandang disabilitas, rehabilitasi sekolah, penanaman mangrove, hingga bantuan sosial bagi masyarakat sekitar. Dari sisi pendanaan, KPB juga meraih peringkat idAAA(sf) untuk pembiayaan proyek RDMP Balikpapan dan idBBB+(sa) sebagai peringkat mandiri perusahaan dari PEFINDO.

