Palu (tutur.co.id) – Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Palu Sulawesi Tengah dan kabupaten lainnya pada Selasa 16 Juni 2026 menyebabkan puluhan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal, melaporkan hingga sore hari tim masih melakukan monitoring di sejumlah titik terdampak, terutama di Kabupaten Sigi.
“Kami laporkan bahwa sejak terjadinya gempa 6,7 SR yang tadi pada pukul 11.27 WITA, kami sudah melaksanakan monitoring di beberapa titik di kabupaten terdampak yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Tojo Una-Una,” ujar Rizal sebagaimana dikutip dari Youtube Tutur TV, Selasa 16 Juni 2026.
Pihaknya juga telah melakukan pendataan korban dari beberapa wilayah yang mengalami gempa bumi, hingga sore tercatat tidak ada korban meninggal dunia.
“Sampai sore ini kami update informasi bahwa jumlah korban yang terdata di Basarnas dan BPBD sebanyak 29 orang, terdiri dari 21 yang luka ringan dan 8 orang dinyatakan luka berat. Saat ini kami masih terus menggali informasi apakah masih terdapat tambahan jumlah korban,” jelasnya.
Sejumlah bangunan di Kota Palu mengalami keretakan. Jembatan Tiga, salah satu jembatan penting di Palu, juga mengalami kerusakan di bagian pinggir.
Hingga kini pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan menutup sementara jembatan dan mengalihkan akses ke jembatan lain.
“Jembatan ditutup sementara sehingga tidak ada aktivitas di jembatan itu sampai malam ini dan besok akan dilaksanakan kembali pemeriksaan kondisi jembatan tersebut,” kata Rizal.
Hingga sore hari, tercatat sudah 64 kali gempa susulan kecil terjadi. Ia berharap gempa susulan tidak akan terjadi sehingga tak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Rizal juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang langsung keluar rumah saat gempa terjadi. Hal itu lantaran masyarakat sudah belajar pada peristiwa serupa yang pernah terjadi beberapa tahun silam.
“Masyarakat sudah terbawa edukasi sejak kejadian gempa pada tahun 2018, masyarakat sudah paham bahwa pada saat ada gempa semuanya harus keluar dari rumah dan tidak masuk ke dalam rumah sampai situasi betul-betul dinyatakan aman oleh BMKG,” pungkasnya.

