Atlanta (Tutur.co.id) – Timnas Spanyol secara mengejutkan gagal meraih kemenangan saat menghadapi Cape Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (15/6). Meski mendominasi permainan sepanjang pertandingan, La Furia Roja harus puas bermain imbang 0-0.
Penampilan gemilang kiper veteran Cape Verde, Vozinha, menjadi faktor utama di balik gagalnya Spanyol mencetak gol. Sang penjaga gawang tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan penting yang membuat gawang Blue Sharks tetap perawan.
Walaupun tidak ada gol yang tercipta, duel ini tetap menghadirkan sejumlah catatan menarik dan bersejarah. Berikut delapan fakta yang mewarnai pertandingan Spanyol kontra Cape Verde.
1. Vozinha Masuk Daftar Kiper Legendaris Piala Dunia
Penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia. Dengan usia yang telah melewati 40 tahun, ia menjadi kiper ketiga yang mampu membukukan clean sheet di turnamen ini.
Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah dilakukan oleh Peter Shilton dan Dino Zoff. Penampilan solid Vozinha menjadi fondasi utama keberhasilan Cape Verde menahan gempuran Spanyol.
2. Cape Verde Cetak Rekor Fair Play yang Langka
Meski hanya menguasai 26 persen bola, Cape Verde menunjukkan disiplin luar biasa. Sepanjang pertandingan, mereka hanya melakukan satu pelanggaran.
Catatan tersebut menjadi jumlah pelanggaran paling sedikit yang pernah dilakukan sebuah tim dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak edisi 1966.
3. Spanyol Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Hasil imbang ini memang mengecewakan bagi Spanyol, tetapi mereka tetap memperpanjang rekor impresif tanpa kekalahan.
Kini La Furia Roja telah menjalani 32 pertandingan kompetitif secara beruntun tanpa kalah, dengan rincian 25 kemenangan dan tujuh hasil imbang. Rekor ini menjadi yang terbaik dalam sejarah tim nasional Spanyol.
4. Lamine Yamal Tetap Bersinar Meski Hanya Bermain 19 Menit
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71, Lamine Yamal langsung memberikan dampak signifikan.
Menariknya, pemain muda tersebut menjadi pemain dengan jumlah dribel terbanyak dalam pertandingan ini, yakni lima kali. Statistik itu menunjukkan betapa berbahayanya Yamal meski hanya tampil kurang dari 20 menit.
5. Spanyol Sangat Dominan, Tetapi Mandul
Spanyol tampil sangat dominan dengan 74 persen penguasaan bola dan total 27 tembakan sepanjang laga.
Jumlah tersebut menjadi catatan tembakan terbanyak yang dibuat Spanyol dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak menghadapi Uruguay pada edisi 1966. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah besar karena tak satu pun peluang mampu berbuah gol.
6. Gavi Masuk Jajaran Pemain Muda Bersejarah
Gelandang Spanyol, Gavi, kembali mencatatkan prestasi individu yang mengesankan.
Pada usia 21 tahun 314 hari, ia menjadi pemain termuda ketiga yang telah tampil dalam sedikitnya lima pertandingan bersama tim nasional Spanyol. Di atasnya hanya ada Iker Casillas dan Miguel Tendillo.
7. Wakil Afrika Kembali Menjadi Momok bagi Spanyol
Hasil imbang melawan Cape Verde memperpanjang tren kurang menguntungkan Spanyol saat menghadapi tim-tim Afrika di Piala Dunia.
Dalam tiga edisi terakhir, Spanyol gagal meraih kemenangan atas wakil Benua Afrika. Sebelumnya, mereka juga ditahan imbang Maroko pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
8. Cape Verde Langsung Ukir Sejarah pada Debut Piala Dunia
Meski hanya meraih satu poin, hasil ini terasa seperti kemenangan bagi Cape Verde.
Tim berjuluk Blue Sharks sukses mencatat clean sheet pada pertandingan pertama mereka di putaran final Piala Dunia. Bahkan, mereka nyaris mencuri kemenangan pada menit ke-90 melalui sundulan Borges yang masih mampu diamankan Unai Simón.

