Atlanta (Tutur.co.id) – Timnas Belanda gagal mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan imbang Jepang 2-2 pada laga perdana Grup F.
Pertandingan yang berlangsung sengit selama 90 menit itu menyajikan duel terbuka antara dua tim yang sama-sama mengusung permainan menyerang. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, empat gol tercipta pada paruh kedua pertandingan.
Virgil van Dijk sempat membawa Belanda unggul lebih dulu pada menit ke-51. Namun, Jepang menunjukkan mentalitas kuat dan berhasil memaksa laga berakhir imbang melalui gol penyeimbang Daichi Kamada.
Hasil tersebut membuat persaingan di Grup F tetap terbuka. Di balik skor 2-2 yang tercipta, terdapat sejumlah catatan menarik yang menghiasi duel antara Belanda dan Jepang.
1. Crysencio Summerville Catat Debut Langka untuk Belanda
Crysencio Summerville menjadi salah satu sorotan dalam pertandingan ini. Pemain sayap tersebut masuk dalam starting XI Belanda meski belum memiliki banyak pengalaman di level internasional.
Menurut catatan statistik, Summerville menjadi pemain keempat pada abad ke-21 yang tampil sebagai starter untuk Belanda di Piala Dunia dengan modal tidak lebih dari dua caps bersama tim nasional sebelumnya.
Sebelumnya, catatan serupa pernah dibukukan oleh Kew Jaliens pada 2006, Paul Verhaegh pada 2014, dan Andries Noppert pada 2022.
2. Belanda Ukir Rekor Baru di Piala Dunia
Laga melawan Jepang juga menghadirkan catatan bersejarah bagi De Oranje. Untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia, Belanda menurunkan susunan pemain inti tanpa satu pun pemain yang berasal dari klub Eredivisie.
Seluruh pemain starter Belanda bermain di kompetisi luar negeri, menandakan semakin kuatnya eksodus talenta Belanda ke liga-liga top Eropa. Menariknya, Jepang justru memainkan dua pemain yang berkarier di Liga Belanda dalam starting XI mereka.
3. Virgil van Dijk Masuk Daftar Elite
Gol pembuka yang dicetak Virgil van Dijk tidak hanya memberi keunggulan bagi Belanda, tetapi juga mengantarkan sang kapten mencatatkan rekor pribadi. Pada usia 34 tahun 341 hari, bek Liverpool tersebut menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Timnas Belanda di ajang Piala Dunia.
Van Dijk hanya kalah dari Giovanni van Bronckhorst yang mencetak gol pada usia 35 tahun 151 hari. Catatan tersebut semakin mempertegas pentingnya peran Van Dijk sebagai pemimpin sekaligus andalan lini belakang De Oranje.
4. Belanda Kehilangan Kemenangan Bersejarah
Hasil imbang melawan Jepang juga menghasilkan catatan yang tidak diinginkan bagi Belanda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, De Oranje gagal memenangkan pertandingan setelah sempat unggul dua kali dalam satu laga.
Jepang berhasil menunjukkan daya juang tinggi dan terus memberikan respons setiap kali tertinggal. Kondisi itu membuat Belanda harus puas membawa pulang satu poin meski sempat berada di posisi yang menguntungkan.
5. Van Dijk Samai Rekor Frank de Boer
Selain menjadi pencetak gol tertua kedua Belanda di Piala Dunia, Virgil van Dijk juga berhasil menyamai rekor legenda Timnas Belanda, Frank de Boer. Gol ke gawang Jepang merupakan gol ke-13 Van Dijk bersama De Oranje.
Jumlah tersebut sama dengan koleksi gol Frank de Boer selama membela tim nasional. Bagi seorang bek tengah, torehan 13 gol merupakan pencapaian yang sangat impresif dan menempatkan Van Dijk sebagai salah satu bek tersubur dalam sejarah Belanda.
6. Ryan Gravenberch Ukir Rekor Assist
Ryan Gravenberch menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam pertandingan ini berkat kontribusinya di lini tengah. Gelandang Liverpool tersebut mencatatkan dua assist yang berperan penting dalam proses terciptanya gol-gol Belanda.
Menurut data Opta, Gravenberch menjadi pemain Belanda kedua sejak tahun 1966 yang berhasil mencatatkan dua assist dalam penampilan perdananya di Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah dilakukan oleh Daley Blind saat Belanda mengalahkan Spanyol 5-1 pada Piala Dunia 2014.
Jepang Kembali Tunjukkan Mentalitas Kuat
Terlepas dari berbagai catatan individu pemain Belanda, Jepang kembali menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata di panggung dunia. Setelah menciptakan kejutan pada Piala Dunia 2022, Samurai Biru kembali memperlihatkan kemampuan bersaing dengan tim elite Eropa.

