Boston (Tutur.co.id) – Timnas Skotlandia memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada laga Grup C yang berlangsung di Boston Stadium, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026).
Gol tunggal John McGinn pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh intensitas. Hasil ini membawa Skotlandia meraih tiga poin perdana sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup C.
Skotlandia tampil agresif sejak peluit kick-off dibunyikan. Pasukan Steve Clarke langsung mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali mengancam pertahanan Haiti pada menit-menit awal.
Ben Doak dan Lawrence Shankland menjadi aktor utama serangan Skotlandia dengan sejumlah percobaan tembakan yang memaksa lini belakang Haiti bekerja keras.
Meski mendapat tekanan, Haiti tidak tinggal diam. Tim asal Karibia tersebut beberapa kali mengancam melalui skema serangan balik cepat yang dipimpin Louicius Deedson.
Kedua tim yang sama-sama menggunakan formasi 4-4-2 menyajikan pertandingan terbuka dengan tempo tinggi sepanjang babak pertama.
Peluang emas pertama Skotlandia hadir pada menit ke-17 saat Scott McTominay melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal mengubah skor.
Setelah jeda pendinginan pada menit ke-23, Skotlandia akhirnya berhasil memecah kebuntuan lima menit kemudian.
Berawal dari sentuhan cerdik Che Adams di area pertahanan Haiti, bola jatuh ke kaki John McGinn yang berada di posisi ideal. Gelandang Aston Villa tersebut langsung melepaskan tembakan yang sempat mengenai pemain lawan sebelum bersarang ke dalam gawang.
Gol tersebut membawa Skotlandia unggul 1-0 pada menit ke-28. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum meski Haiti beberapa kali mampu menciptakan tekanan di area pertahanan lawan.
Memasuki babak kedua, Skotlandia tampil lebih tenang dan mampu mengontrol ritme permainan. Sementara itu, Haiti berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyama kedudukan.
Namun, disiplin lini belakang Skotlandia membuat peluang bersih sulit tercipta di depan gawang Angus Gunn. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengubah jalannya pertandingan.
Haiti memasukkan Josue Casimir dan Lenny Joseph guna menambah daya gedor di lini depan. Di sisi lain, Steve Clarke merespons dengan memasukkan Lyndon Dykes, Ryan Christie, Nathan Patterson, Kenny McLean, dan Findlay Curtis untuk menjaga keseimbangan permainan.
Menjelang akhir pertandingan, Haiti meningkatkan tekanan dan hampir mencetak gol penyeimbang. Peluang terbaik mereka hadir melalui Frantzdy Pierrot yang menyambut umpan silang dengan sundulan keras. Namun, bola masih melenceng tipis dari sasaran dan gagal menggetarkan jala Skotlandia.
Pada masa injury time, Haiti terus melancarkan serangan dengan mengandalkan bola-bola panjang ke kotak penalti lawan. Akan tetapi, lini belakang Skotlandia tampil disiplin dan mampu menghalau setiap ancaman yang datang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Skotlandia.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Skotlandia dalam persaingan Grup C Piala Dunia 2026 yang juga dihuni Brasil dan Maroko.
Tambahan tiga poin membuat Tartan Army sementara berada di puncak klasemen grup dan menjaga peluang besar untuk lolos ke babak berikutnya.
Sementara itu, Haiti harus segera bangkit pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga asa melaju ke fase gugur.
Dengan performa solid yang ditunjukkan saat menghadapi Haiti, Skotlandia berhasil mengirim sinyal bahwa mereka siap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026.

