Deli Serdang (Tutur.co.id) – Timnas Australia berhasil keluar sebagai juara Piala AFF U-19 2026 atau ASEAN Boys Championship 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan skor 2-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, Sabtu (14/6/2026) malam.
Kemenangan tersebut memastikan Australia kembali menjadi penguasa turnamen kelompok usia di kawasan Asia Tenggara sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi enam trofi sepanjang sejarah kompetisi.
Australia tampil agresif sejak awal pertandingan dan terus menekan pertahanan Thailand. Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-41 melalui sundulan Alexander Lech Garbowski.
Pemain muda Australia itu berhasil memanfaatkan umpan lambung dari tendangan sudut yang dilepaskan Lawrence Wong untuk membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum meski Thailand beberapa kali mencoba memberikan tekanan balasan.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin ketat. Thailand berupaya menyamakan kedudukan, namun lini pertahanan Australia tampil disiplin dan mampu meredam setiap ancaman yang datang.
Saat Thailand mulai meningkatkan intensitas serangan di penghujung laga, Australia justru berhasil menambah keunggulan melalui Beckham Backer pada menit ke-90+7.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengunci gelar juara Piala AFF U-19 2026 untuk skuad asuhan Richard Garcia. Keberhasilan menjuarai turnamen tahun ini semakin mengukuhkan dominasi Australia di ajang AFF U-19.
Australia kini tercatat sebagai tim dengan koleksi gelar terbanyak sepanjang sejarah turnamen, yakni enam kali juara. Sebelumnya, mereka sukses meraih trofi pada edisi 2006, 2008, 2010, 2016, dan 2019.
Pelatih Australia, Richard Garcia, mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya yang mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen.
“Semua karena kerja keras para pemain,” ujar Garcia usai pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar juara tidak lepas dari kedisiplinan para pemain dalam menjalankan tugas dan strategi yang telah dipersiapkan tim pelatih.
Bagi Thailand, kekalahan di partai final membuat mereka harus puas menjadi runner-up.
Meski demikian, Thailand tetap menjadi salah satu tim tersukses dalam sejarah Piala AFF U-19 dengan koleksi lima gelar juara yang diraih pada edisi 2002, 2009, 2011, 2015, dan 2017.
Tim Gajah Perang Muda sebenarnya tampil cukup solid sepanjang turnamen, namun gagal mengatasi efektivitas permainan Australia pada laga puncak.
Sementara itu, tuan rumah Indonesia berhasil mengakhiri turnamen di posisi ketiga setelah mengalahkan Kamboja dengan skor tipis 1-0 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di stadion yang sama, Sabtu sore.
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menilai para pemain telah menunjukkan performa maksimal sepanjang pertandingan.
Nova menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia pada ajang ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan tim menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 mendatang.
“Masih banyak yang harus kita benahi dan tentunya evaluasi demi evaluasi akan terus kami lakukan agar bisa lebih baik lagi ke depannya. Semoga hasil ini bisa menjadi modal untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia di Laos,” ujar Nova.

