Washington (Tutur.co.id) – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran masih terus diberlakukan meskipun proses perundingan damai antara Washington dan Teheran masih berlangsung.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Jumat, CENTCOM menyatakan bahwa kapal perang dan aset udara Angkatan Laut Amerika Serikat tetap menjalankan patroli rutin di kawasan tersebut untuk mendukung operasi blokade terhadap Iran.
“Kapal perang dan aset udara Angkatan Laut AS terus berpatroli di perairan regional untuk memblokade Iran,” tulis CENTCOM.
Dalam pernyataan yang sama, CENTCOM mengungkapkan bahwa operasi blokade yang berlangsung sejauh ini telah memaksa 136 kapal mengubah rute pelayaran mereka.
Selain itu, militer Amerika Serikat mengklaim telah melumpuhkan sembilan kapal selama pelaksanaan operasi di kawasan perairan sekitar Iran.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya diplomatik yang sedang berjalan, aktivitas militer di wilayah strategis Timur Tengah masih berlangsung secara intensif.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam setelah Washington bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari lalu. Pada 7 April, Amerika Serikat dan Iran secara resmi mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang hingga kini masih berlaku.
Meski demikian, hubungan kedua negara masih diwarnai ketegangan. Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran, sementara Teheran menerapkan aturan transit khusus bagi kapal yang melintas melalui Selat Hormuz.
Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih rapuh meskipun pertempuran skala besar telah mereda.
Di tengah situasi tersebut, proses perundingan damai Iran-AS terus berjalan. Kedua negara saat ini dikabarkan tengah membahas draf kerangka nota kesepahaman yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi normalisasi hubungan dan penyelesaian konflik.
Namun, upaya diplomatik tersebut masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam beberapa kesempatan, kedua pihak dilaporkan masih terlibat dalam serangan sporadis yang menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya berakhir.

