Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Makna Lagu Rusak Ancur dari Slank, Kritik Kerusakan Lingkungan dan Proyek Pembangunan
  • Asam Lambung Bisa Berujung Kanker hingga Kematian, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
  • Perundingan Masih Berlangsung, Tapi Amerika Serikat Masih Blokade Perairan Iran
  • Bukan Neymar atau Vinicius, Kaka Justru Jagokan Sosok Ini di Timnas Brasil
  • Piala Dunia 2026 Sepi Peminat? Tiket Inggris vs Kroasia Masih Sulit Terjual
  • Manchester United Makin Dekat Dapatkan Mateus Fernandes
  • FIFA Digugat Atas Larangan Bendera Iran Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
  • Amerika Serikat vs Paraguay: Tuan Rumah Bidik Awal Sempurna
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»FIFA Digugat Atas Larangan Bendera Iran Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026

FIFA Digugat Atas Larangan Bendera Iran Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026

Sepakbola Deba Salamah13 Juni 2026 / 06:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Para pemain Iran merayakan kemenangan pertandingan lawan Uzbekistan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup A zona Asia pada 25 Maret 2025 di Teheran. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

California (Tutur.co.id) – FIFA menghadapi gugatan hukum terkait kebijakan yang melarang suporter membawa bendera Iran pra-revolusi ke stadion-stadion Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat. Gugatan yang diajukan di California itu menyoroti batas antara aturan penyelenggaraan turnamen dan hak kebebasan berekspresi.

Perselisihan berpusat pada bendera Iran bergambar singa dan matahari yang digunakan sebelum Revolusi Iran 1979. Meski simbol tersebut masih digunakan oleh sebagian diaspora Iran di berbagai negara, FIFA menganggapnya sebagai simbol yang bermuatan politik.

Kasus ini menjadi sorotan karena berpotensi memengaruhi penerapan aturan di stadion-stadion Piala Dunia 2026. FIFA kini berpeluang memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan yang diajukan menjelang turnamen tersebut.

Institute for Voices of Liberty Resmi Ajukan Gugatan

Institute for Voices of Liberty, organisasi nirlaba berbasis di California yang mengklaim berfokus pada perlindungan kebebasan berekspresi bagi warga Iran, sebelumnya telah memperingatkan FIFA mengenai kemungkinan langkah hukum.

Ancaman tersebut direalisasikan pada Kamis ketika organisasi itu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County. Dalam dokumen gugatan, mereka menegaskan bahwa penggunaan bendera Iran pra-revolusi merupakan bentuk ekspresi simbolik dan politik yang dilindungi hukum.

Melalui gugatan tersebut, kelompok itu meminta pengadilan menyatakan bahwa pelarangan bendera tersebut tidak sah di California. Mereka juga menuntut agar suporter diizinkan membawa simbol tersebut ke dalam stadion Piala Dunia serta meminta FIFA memberikan kompensasi kepada pihak yang ditolak masuk karena membawa bendera itu.

Direktur Institute for Voices of Liberty, Sam Kermanian, menyatakan dalam gugatan bahwa dirinya berencana membawa bendera pra-revolusi tersebut ke pertandingan yang digelar di SoFi Stadium, Los Angeles, dan Levi’s Stadium, Santa Clara.

Baca Juga  Erick Thohir: Jangan Gentar Lawan Bulgaria di Final FIFA Series 2026!

Menurut Kermanian, perlindungan kebebasan berbicara dalam Konstitusi California dapat diterapkan karena venue Piala Dunia berfungsi sebagai ruang publik yang terbuka bagi masyarakat umum.

FIFA Nilai Bendera Tersebut Bermuatan Politik

Ketika ditanya bulan lalu mengenai kemungkinan diperbolehkannya bendera tersebut di stadion, FIFA tidak memberikan jawaban spesifik. Organisasi sepak bola dunia itu hanya merujuk pada daftar barang yang dilarang masuk ke venue pertandingan.

Dalam aturan tersebut, FIFA melarang berbagai materi yang dianggap bersifat politik, ofensif, atau diskriminatif. Larangan itu mencakup spanduk, bendera, selebaran, pakaian, hingga berbagai atribut lain yang memuat simbol atau pesan tertentu.

Menurut sumber internal FIFA yang mengetahui posisi organisasi tersebut, bendera Iran pra-revolusi dikategorikan sebagai simbol politik. Namun hingga kini FIFA belum menjelaskan secara rinci aturan yang menjadi dasar pelarangan maupun mekanisme penerapannya oleh petugas keamanan di stadion.

Situasi serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, sejumlah suporter diminta menyerahkan bendera tersebut saat pemeriksaan keamanan, meskipun beberapa penonton lainnya tetap diizinkan membawanya masuk ke stadion.

Kontroversi Simbol Politik Kembali Menyeret FIFA

Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya juga menyampaikan sejumlah permintaan kepada FIFA guna memastikan partisipasi tim nasional mereka di Piala Dunia. Salah satu tuntutan yang diajukan adalah penghormatan terhadap bendera Iran serta peningkatan pengamanan di lokasi yang akan dikunjungi tim.

Kontroversi ini muncul di tengah situasi geopolitik yang masih sensitif setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada awal tahun ini.

Di saat yang sama, FIFA juga menghadapi polemik lain terkait unsur simbolik dalam ajang internasional. Awal pekan ini, badan sepak bola dunia tersebut meminta Haiti mengubah desain kostum tim nasionalnya karena menampilkan sosok pemberontak yang mengangkat bendera Haiti dalam Pertempuran Vertières. FIFA menilai elemen tersebut mengandung pesan politik.

Baca Juga  Timnas U-17 Masuk Grup Berat di Piala Asia 2026

Padahal, Revolusi Haiti yang berlangsung lebih dari dua abad lalu dikenal sebagai satu-satunya revolusi budak yang berhasil dalam sejarah dan menjadi fondasi lahirnya negara yang dipimpin oleh mantan budak.

Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terbaru terkait gugatan hukum mengenai bendera Iran pra-revolusi maupun kontroversi seragam Haiti.

FIFA iran Piala Dunia 2026 Pra-Revolusi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAmerika Serikat vs Paraguay: Tuan Rumah Bidik Awal Sempurna
Next Article Manchester United Makin Dekat Dapatkan Mateus Fernandes

Berita Lainnya

Perundingan Masih Berlangsung, Tapi Amerika Serikat Masih Blokade Perairan Iran

13 Juni 2026 / 08:30 WIB

Bukan Neymar atau Vinicius, Kaka Justru Jagokan Sosok Ini di Timnas Brasil

13 Juni 2026 / 08:00 WIB

Piala Dunia 2026 Sepi Peminat? Tiket Inggris vs Kroasia Masih Sulit Terjual

13 Juni 2026 / 07:00 WIB

Manchester United Makin Dekat Dapatkan Mateus Fernandes

13 Juni 2026 / 06:30 WIB

Amerika Serikat vs Paraguay: Tuan Rumah Bidik Awal Sempurna

13 Juni 2026 / 05:00 WIB

Indonesia Naik Peringkat FIFA, Pelatih Timnas Puji Kemampuan Adaptasi Skuad Garuda

12 Juni 2026 / 20:34 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kejar Wajib Pajak Nakal, Menkeu Libatkan TNI–Polri untuk Putus ‘Bekingan’

Gusti Tetiro28 Januari 2026 / 00:48 WIB

Makna Lagu Rusak Ancur dari Slank, Kritik Kerusakan Lingkungan dan Proyek Pembangunan

13 Juni 2026 / 08:50 WIB

Asam Lambung Bisa Berujung Kanker hingga Kematian, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

13 Juni 2026 / 08:43 WIB

Perundingan Masih Berlangsung, Tapi Amerika Serikat Masih Blokade Perairan Iran

13 Juni 2026 / 08:30 WIB

Bukan Neymar atau Vinicius, Kaka Justru Jagokan Sosok Ini di Timnas Brasil

13 Juni 2026 / 08:00 WIB

Piala Dunia 2026 Sepi Peminat? Tiket Inggris vs Kroasia Masih Sulit Terjual

13 Juni 2026 / 07:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.