Miami (Tutur.co.id) – Mantan pelatih Timnas Inggris dan Real Madrid, Fabio Capello, memberikan pandangannya terkait Piala Dunia 2026. Selain membahas tim-tim unggulan, Capello juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi peserta akibat perbedaan iklim dan kondisi geografis di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada 11 Juni hingga 19 Juli dan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara. Turnamen ini juga mencatat sejarah sebagai Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus.
Laga pembuka mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.
Dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport, Capello menilai faktor cuaca dan kondisi lingkungan di berbagai kota tuan rumah berpotensi memengaruhi kualitas pertandingan.
Menurutnya, banyak pihak yang belum menyadari besarnya dampak perbedaan iklim terhadap performa para pemain selama turnamen berlangsung.
“Hal pertama yang sering diremehkan adalah perbedaan besar antara kota-kota tuan rumah dan bagaimana hal itu akan memengaruhi pertandingan,” tulis Capello.
Ia menjelaskan bahwa pertandingan yang digelar di wilayah Kanada kemungkinan akan berlangsung dengan tempo lebih tinggi dibandingkan laga yang dimainkan di Meksiko, Miami, atau kota-kota dengan suhu lebih panas.
“Di belahan utara seperti Kanada, pertandingan akan berlangsung lebih cepat dibandingkan pertandingan di Meksiko, Miami, dan wilayah yang lebih hangat.”
Capello menambahkan bahwa suhu tinggi akan memengaruhi intensitas permainan, meski aturan lima pergantian pemain dapat membantu tim mengatasi kelelahan.
“Suhu akan sangat berpengaruh, meskipun untungnya ada lima pergantian pemain yang tersedia. Secara umum, Piala Dunia ini akan menonjolkan teknik dan kualitas individu para pemain.”
Selain membahas faktor nonteknis, Capello juga mengungkapkan prediksinya mengenai tim-tim yang berpeluang besar menjadi juara Piala Dunia 2026.
Menurut pelatih asal Italia tersebut, Prancis menjadi kandidat terkuat dari Eropa berkat kualitas skuad yang dimiliki serta mental juara yang terus terjaga dalam beberapa tahun terakhir.
“Di atas semuanya, ada Prancis yang mendominasi di level klub melalui keberhasilan PSG menjuarai Liga Champions, dan mereka memiliki banyak pemain hebat di tim nasional.”
Capello menilai kedalaman skuad Prancis menjadi keunggulan utama yang sulit ditandingi negara lain.
“Mereka memiliki mentalitas, keinginan, dan determinasi yang tinggi. Dengan Olise dan para pemain menyerang lainnya, kualitas mereka bahkan cukup untuk membentuk dua tim yang kompetitif.”
Selain Prancis, Capello memasukkan Spanyol dan Inggris ke dalam daftar tim favorit juara.
Spanyol dinilai memiliki sistem permainan yang matang dan mentalitas kuat setelah sukses tampil impresif dalam beberapa turnamen besar terakhir.
“Saya juga memasukkan Spanyol karena mereka memiliki sistem yang hebat dan menunjukkan mentalitas yang tepat dalam turnamen besar.”
Sementara itu, Inggris dianggap memiliki peluang besar berkat kepemimpinan Thomas Tuchel dan kualitas individu para pemainnya.
“Saya sangat tertarik dengan Inggris karena Tuchel telah memilih tim sesuai visinya. Mereka juga memiliki Harry Kane yang saat ini sangat menentukan.”
Di sisi lain, Capello belum menempatkan Jerman sebagai kandidat utama, meski tetap penasaran melihat perkembangan tim tersebut.
“Saya tidak memasukkan Jerman sebagai favorit, tetapi saya ingin melihat sejauh mana level sepak bola Jerman saat ini.”
Capello juga memberikan perhatian khusus kepada dua raksasa Amerika Selatan, Brasil dan Argentina.
Brasil yang kini dilatih Carlo Ancelotti dianggap memiliki potensi besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Menurut Capello, pengalaman dan kemampuan Ancelotti dalam mengelola pemain bintang dapat menjadi faktor pembeda bagi Selecao.
“Brasil yang dilatih Ancelotti sangat menarik. Dia adalah pelatih hebat yang memahami segala hal tentang sepak bola dan tahu cara memotivasi pemain.”
Ia menilai fleksibilitas taktik serta kekuatan mental Ancelotti menjadi aset penting bagi Brasil.
“Dia tidak terpaku pada satu sistem permainan dan sangat kuat secara psikologis. Dia bisa menjadi pembeda.”
Sementara itu, Argentina tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat karena memiliki banyak pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan.
“Argentina memiliki banyak pemain yang bisa menjadi penentu kemenangan, mulai dari Lautaro hingga Nico Paz, yang sangat saya sukai dan berpotensi memberi kejutan.”
Dengan format baru yang menghadirkan 48 peserta serta penyelenggaraan di tiga negara dengan kondisi geografis berbeda, Capello meyakini Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu edisi paling menantang dalam sejarah.
Menurutnya, tim yang mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca, menjaga kondisi fisik pemain, serta memaksimalkan kualitas individu akan memiliki peluang lebih besar untuk melangkah jauh hingga perebutan gelar juara.

