Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • BC Place Vancouver, Stadion Atap Buka Tutup Terbesar di Dunia
  • Rachmat Pambudy: Bappenas dan Komisi XI DPR Harus Bersatu Kejar Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
  • Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Fair Kemayoran Cuan Rp8 Triliun
  • Misbakhun Soroti Kenaikan Pertamax, Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar
  • Bupati Muara Enim Pakai Duit Suap untuk Menyuap Ketua Tim Pemeriksa BPK
  • Fakta dan Catatan Menarik Laga Pembuka Piala Dunia 2026
  • Ditolak Masuk AS, Wasit Somalia Justru Dipilih Pimpin UEFA Super Cup 2026
  • Kerasnya Piala Dunia 2026: Baru Laga Pembuka Sudah Dihiasi Tiga Kartu Merah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Energi & Tambang»Misbakhun Soroti Kenaikan Pertamax, Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar

Misbakhun Soroti Kenaikan Pertamax, Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar

Energi & Tambang Gusti Tetiro12 Juni 2026 / 09:40 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Tutur/Antara//Bayu Pratama)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter perlu dipahami dalam konteks tekanan ekonomi global yang masih berlangsung. Meski mengakui kebijakan tersebut menambah beban bagi masyarakat, ia menegaskan langkah penyesuaian harga energi harus dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Harga Pertamax resmi naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya biaya penyediaan energi yang dihadapi pelaku usaha sektor energi.

“Sebagai wakil rakyat, saya memahami bahwa kenaikan harga BBM selalu menimbulkan beban bagi masyarakat. Karena itu, kebijakan ini harus dipahami bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang,” kata Misbakhun dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Misbakhun, tekanan eksternal menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan penyesuaian harga Pertamax. Kenaikan harga minyak global akibat ketidakpastian geopolitik dan gejolak pasar energi dunia membuat biaya impor energi meningkat, sementara pelemahan rupiah turut memperbesar tekanan terhadap sektor energi nasional.

Meski demikian, DPR menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penyesuaian harga semata. Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan adanya langkah mitigasi yang mampu menjaga daya beli masyarakat serta mengendalikan dampak inflasi.

“DPR tidak hanya melihat sisi fiskalnya, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu kami mendorong agar langkah penyesuaian ini diikuti kebijakan mitigasi yang terukur untuk menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Sebut Kedatangan Pesawat Tempur Rafale Jadi Tonggak Baru Kekuatan Indonesia

Misbakhun mengungkapkan berbagai opsi stimulus dan insentif ekonomi saat ini tengah dibahas pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak kenaikan biaya hidup yang berpotensi dirasakan sebagian masyarakat.

Di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi, Misbakhun melihat sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan perbaikan. Salah satunya adalah respons positif pasar terhadap kebijakan stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan otoritas moneter.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% dinilai mulai memberikan dampak terhadap stabilitas pasar keuangan. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya mengalami tekanan mulai menunjukkan penguatan, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatat reli dalam beberapa hari terakhir.

“Kita tentu belum bisa menyimpulkan situasi sepenuhnya pulih. Namun beberapa indikator mulai menunjukkan bahwa langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas keuangan berada pada jalur yang tepat,” tutur Misbakhun.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kenaikan harga Pertamax merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar karena produk tersebut tidak memperoleh subsidi dari pemerintah.

“Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan harga pasar yang ada. Tentu perhitungannya dilakukan secara bijak oleh pelaku usaha baik Pertamina maupun badan usaha yang lain,” kata Bahlil.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga energi bersubsidi tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga Pertalite, Biosolar, dan LPG 3 kilogram tidak mengalami perubahan meskipun tekanan global terhadap sektor energi masih tinggi.

“Harga BBM bersubsidi maupun LPG tidak ada perubahan sama sekali,” tegas Bahlil.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian insentif tambahan untuk masyarakat, Bahlil menyebut pemerintah masih menggodok berbagai opsi kebijakan. Namun ia memastikan fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga daya beli melalui perlindungan harga energi bersubsidi.

Baca Juga  Arsenal Taklukkan West Ham, Semakin Dekat dengan Gelar Liga Inggris

“Pemerintah menggodok hal-hal untuk menjaga daya beli masyarakat. Makanya dalam rangka menjaga daya beli, BBM dan LPG subsidi tidak kita naikkan,” jelasnya.

Bagi pasar dan pelaku usaha, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal, pengendalian inflasi, dan perlindungan masyarakat. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai program mitigasi dan stimulus yang tengah disiapkan dapat berjalan efektif sehingga dampak kenaikan harga Pertamax tidak mengganggu konsumsi rumah tangga maupun momentum pemulihan ekonomi nasional.

daya beli masyarakat harga bbm headline Misbakhun pertamax
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBupati Muara Enim Pakai Duit Suap untuk Menyuap Ketua Tim Pemeriksa BPK
Next Article Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Fair Kemayoran Cuan Rp8 Triliun

Berita Lainnya

BC Place Vancouver, Stadion Atap Buka Tutup Terbesar di Dunia

12 Juni 2026 / 10:50 WIB

Rachmat Pambudy: Bappenas dan Komisi XI DPR Harus Bersatu Kejar Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

12 Juni 2026 / 10:40 WIB

Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Fair Kemayoran Cuan Rp8 Triliun

12 Juni 2026 / 10:15 WIB

Fakta dan Catatan Menarik Laga Pembuka Piala Dunia 2026

12 Juni 2026 / 09:20 WIB

Kerasnya Piala Dunia 2026: Baru Laga Pembuka Sudah Dihiasi Tiga Kartu Merah

12 Juni 2026 / 08:56 WIB

IHSG Terkoreksi, BRI Danareksa Pilih DSSA, MBMA, dan BBNI sebagai Saham Prospektif

12 Juni 2026 / 08:44 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ini Lokasi Layanan Samsat Keliling 11 Februari 2026

Galuh Parantri11 Februari 2026 / 07:57 WIB

BC Place Vancouver, Stadion Atap Buka Tutup Terbesar di Dunia

12 Juni 2026 / 10:50 WIB

Rachmat Pambudy: Bappenas dan Komisi XI DPR Harus Bersatu Kejar Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

12 Juni 2026 / 10:40 WIB

Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Fair Kemayoran Cuan Rp8 Triliun

12 Juni 2026 / 10:15 WIB

Misbakhun Soroti Kenaikan Pertamax, Bahlil Tegaskan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Mekanisme Pasar

12 Juni 2026 / 09:40 WIB

Bupati Muara Enim Pakai Duit Suap untuk Menyuap Ketua Tim Pemeriksa BPK

12 Juni 2026 / 09:35 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.