Yogyakarta (tutur.co.id) – Keraton Yogyakarta sedang mempersiapkan seremoni akbar Upacara peringatan Ulang Tahun Kenaikan Tahta ke-38 Sultan Hamengkubuwono X. Rangkaian kegiatan di hari Sabtu (17/1) adalah prosesi ngapem atau membuat apem.
Aktivitas mencetak adonan apem ini diselenggarakan di Kagungan Dalem Bangsal Sekar Kedathon. Meski bersifat tertutup, namun masyarakat atau netizen dapat menyaksikan cuplikan prosesi ini melalui akun Instagram @kratonjogja.
Para putri Sultan HB X bersama GKR Hemas tampak telaten memasak apem bersama para sentana dalam putri (kerabat putri Sultan) juga para abdi dalem putri. Mengenakan kebaya dan jarik, lengkap dengan sanggul, para putri tetap luwes mengaduk adonan, dan menuangkannya ke cetakan apem yang terbuat dari tanah liat.
Ukuran apem yang dibuat ada dua macam. Apem kecil yang disiapkan oleh permaisuri dan putri Sultan. Sementara apem mustaka –ukuran tidak seperti apem biasa yang bisa ditemui di pasar tradisional, disiapkan oleh para sentana dalam putri. Cetakan tanah liat yang dipanaskan untuk memanggang apem memang didesain untuk membuat apem satu per satu.
Nilai tersirat dari prosesi ini di antaranya kebersaman dan gotong royong. Apem sendiri dianggap secara simbolik perwujudan rasa syukur.
Apem ini nantinya akan disusun dalam ubarampe untuk prosesi hari berikutnya. Rangkaian kegiatan Upacara peringatan Ulang Tahun Kenaikan Tahta ke-38 Sultan Hamengkubuwono X berlangsung hingga Senin (20/1).

