Jakarta (tutur.co.id) – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat Indonesia tidak harus bermimpi menjadi kaya sempat memunculkan perdebatan di media sosial. Banyak orang setuju hidup laiak memang penting.
Perdebatan itu kemudian membuat banyak orang bertanya, sebenarnya seperti apa kehidupan di negara yang rakyatnya dianggap paling sejahtera? Dan negara mana yang rakyatnya paling sejahtera.
Negara dengan Rakyat Paling Sejahtera di Dunia
Berdasarkan World Happiness Report 2026 dan data Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia dari United Nations Development Programme (UNDP), negara-negara Nordik masih mendominasi daftar negara dengan kualitas hidup terbaik di dunia.
Finlandia kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling bahagia di dunia pada 2026. Negara ini dikenal memiliki kualitas pendidikan yang merata, layanan kesehatan yang baik, jam kerja lebih seimbang, serta tingkat kepercayaan sosial yang tinggi. Banyak warga di sana juga merasa lebih aman dan tidak terlalu terbebani tekanan hidup sehari-hari.

Selain Finlandia, negara lain yang masuk daftar teratas adalah Denmark, Islandia, Swedia, dan Swiss. Negara-negara tersebut memiliki pendapatan tinggi, angka kriminalitas rendah, sistem jaminan sosial kuat, serta kualitas lingkungan yang baik.
Posisi Indonesia
Indonesia memang belum masuk jajaran negara dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dunia. Namun, kualitas hidup masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia naik menjadi 75,90 pada 2025.
Dalam laporan BPS 2025, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan IPM tertinggi di Indonesia dengan angka 85,05. Setelah itu disusul DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Bali. Tingginya IPM biasanya dipengaruhi pendidikan, kesehatan, dan tingkat pengeluaran masyarakat yang lebih baik.
Meski begitu, kesenjangan masih menjadi tantangan besar. BPS mencatat Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan IPM terendah pada 2025 dengan angka 54,91. Hal ini menunjukkan kesejahteraan di Indonesia masih belum merata antar wilayah.
Karena itu, bagi banyak orang hari ini, kesejahteraan bukan cuma soal bisa makan dan bertahan hidup. Banyak masyarakat juga ingin hidup lebih tenang, punya rasa aman terhadap masa depan, serta kesempatan untuk hidup lebih baik dari hari ini.

